Friday, April 17, 2026
spot_img
Friday, April 17, 2026

Jadi Korban Gigitan Anjing, Seorang Anak Berusia 7 Tahun Mendapat 17 Luka Jahitan

JEMBRANA, MediaBaliNews – Seorang anak berusia 7 tahun di Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, mengalami trauma usai mendapatkan luka 17 jaritan akibat diserang anjing yang diduga rabies.

Sedikitnya terdapat 10 orang warga di Desa Batuagung menjadi korban gigitan anjing yang terjadi pada Kamis (18/7) kemarin. Sayangnya, salah satu korban berinisial IKA (7) mendapati luka cukup parah dan beresiko tinggi.

Saat ditemui, Komang Alit Juliana (40) yang merupakan ayah dari IKA mengatakan, akibat serangan anjing yang diduga rabies tersebut, anaknya mendapati 5 jaritan akibat luka dibagian bibir bawah dan 12 jaritan tangan kanan.

Akibat kejadian tersebut, Alit mengaku anaknya saat ini masih mengalami trauma dan takut bertemu dengan anjing milik warga sekitar dengan mengurung diri dikamar.

“Untuk sementara tidak bisa makan. Saat ini terpaksa agar perut tetap berisi makan dengan menggunakan sedotan,” ungkapnya, Jumat (19/7/2024).

Selain anaknya, dirinya juga ikut menjadi korban gigitan anjing tersebut. Alit mendapatkan luka jaritan lutut sebelah kiri.

Sementara, Kepala Puskesmas Jembrana I, Ni Ketut Ayu Wardiani mengatakan, dirinya menerima data korban serangan anjing yang diduga rabies sebanyak 10 orang.

“Untuk satu orang memang sudah datang ke Puskesmas dengan luka ringan. Untuk 9 orang lainnya itu langsung ke UGD RSU Negara, ” jelasnya.

Ia menjelaskan, korban luka akibat serangan anjing yang diduga rabies cukup parah. Karena hal itu, dirinya mengarahkan para korban untuk melakukan kontrol ke Puskesmas besok pagi.

“Satu orang pasien mendapatkan SAR anak kecil usia 7 tahun. Itu lumayan serangan, tidak hanya dibibir sama ditangan juga kena dengan banyak jaritan, ” ucapnya.

Disisi lain, menindaklanjuti adanya kasus gigitan anjing tersebut, petugas dari Bidang Keswan Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana melukan vaksinasi emergency disekitar lokasi gigitan.

Baca Juga :  Pasca Lebaran dan Jelang Galungan, Sejumlah Harga Bahan Pokok di Jembrana Alami Penurunan, Namun Masih Relatif Mahal

Saat dikonfirmasi, Kabid Keswan Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Widarsa seizin Kepala Dinas Pertanian dan Pangan mengatakan, pihaknya telah mengerahkan tim gerak cepat untuk merespon adanya laporan gigitan anjing yang tidak bertuan telah mengigit warga di 2 banjar.

“Kemarin kami mendapat info langsung dari warga, setelah ditotal jumlah korban, kami temukan baru 10 orang digigit. Mudah-mudahan ini tidak berkembang lagi korbannya,” bebernya.

Lantaran ada banyak korban digigit, pihaknya langsung melakukan vaksinasi emergency kepada anjing peliharaan di wilayah sekitar korban yang merupakan perbatasan Banjar Palungan Batu dan Banjar Sawe.

“Selanjutkan akan kita kembangkan. Hari Senin kita jadwalkan anjing peliharaan disemua banjar di Desa Batuagung agar bisa di vaksinasi, karena anjing ini tidak diam, dia jalan keselatan telah melewati 2 banjar. Kita targetkan minimal 80 persen populasi HPR yang dapat kita vaksin,” terangnya.

Widarsa menjelaskan, pada hari Kamis (18/7) sekira pukul 17.00 Wita kemarin, anjing tersebut sudah dieliminasi dan sampel sudah diambil untuk dibawa ke Lab BBVet Denpasar.

Menurutnya, anjing yang menggigit 10 warga di Desa Batuagung ini berkemungkinan besar Rabies. Karena, anjing yang sudah menyerang lebih dari 2 orang biasanya hasilnya rabies.

“Rasanya 99 persen anjing tersebut positif rabies, karena telah menggigit lebih dari 2 orang. Sebenarnya Desa Batuagung mengarah ke zoba hijau. Kita sebelumnya mengagendakan Desa Batuagung, karena di Desa Tuwed ada kasus kita kesana terlebih dahulu,” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI