Tuesday, May 26, 2026
Tuesday, May 26, 2026

Alarm Rabies di Pupuan: Petugas Gelar Vaksinasi Darurat di Desa Munduk Temu

TABANAN, MediaBaliNews – Pemerintah Kabupaten Tabanan bergerak cepat menetapkan status siaga setelah hasil uji laboratorium mengonfirmasi seekor anjing positif mengidap rabies di Kecamatan Pupuan.

Tim Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan langsung melakukan tindakan vaksinasi darurat guna memutus rantai penularan penyakit mematikan tersebut. Otoritas kesehatan hewan memprioritaskan penyisiran pada area pemukiman warga untuk memastikan seluruh hewan penular rabies mendapatkan proteksi imun secepatnya.

“Pelaksanaan vaksinasi rabies emergency ini merupakan langkah penting serta strategis dalam melindungi kesehatan masyarakat dari risiko penyebaran penyakit,” ujar Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Made Subagia, Kamis, 29 Januari 2026.

Petugas kesehatan hewan bersama Puskeswan III Kabupaten Tabanan menyisir setiap rumah warga di wilayah Desa Munduk Temu Kelod. Tim medis menyuntikkan vaksin kepada seratus empat puluh satu ekor anjing milik penduduk setempat dalam operasi cepat tersebut. Jumlah ini mencakup sebagian besar dari total estimasi populasi hewan peliharaan warga yang mencapai dua ratus sepuluh ekor.

“Kami mengapresiasi sinergi antara tim kesehatan hewan bersama pemerintah desa dan masyarakat yang telah berperan aktif mendukung kegiatan ini,” tuturnya.

Selain memberikan suntikan vaksin, petugas juga menyampaikan edukasi mendalam mengenai bahaya laten virus rabies kepada para pemilik hewan. Warga mendapatkan arahan teknis tentang cara mengenali gejala klinis anjing yang terinfeksi virus menyerang saraf tersebut secara akurat.

Tim lapangan mewajibkan masyarakat untuk segera melaporkan setiap kejadian gigitan hewan liar kepada pusat kesehatan masyarakat terdekat di wilayah mereka. “Pihak kami akan terus melakukan pemantauan dan upaya pengendalian rabies secara berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Tabanan kedepannya,” jelasnya.

Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan evakuasi dan pengamanan hewan peliharaan selama proses vaksinasi massal ini berlangsung. Pemerintah desa memberikan dukungan penuh dengan mengerahkan perangkat wilayah untuk mendampingi petugas kesehatan hewan masuk ke pemukiman penduduk. Dialog langsung antara warga dan tim ahli sangat membantu dalam meluruskan informasi keliru mengenai penanganan anjing yang diduga mengidap rabies.

Baca Juga :  Akar Busuk Picu Pohon Tumbang di Jalur Denpasar-Gilimanuk, Dua Mobil Ringsek

“Sinergi semua pihak sangat menentukan efektivitas langkah pencegahan agar penyakit ini tidak meluas ke wilayah desa lain di Tabanan,” ucap Subagia.

Ketersediaan stok vaksin rabies di tingkat kabupaten saat ini masih mencukupi untuk menangani situasi darurat pada beberapa titik lokasi lainnya. Dinas Pertanian mengimbau para pemilik anjing untuk tidak melepasliarkan hewan mereka guna meminimalisir kontak dengan satwa liar yang terinfeksi. Pencegahan sejak dini melalui vaksinasi teratur merupakan benteng pertahanan paling kuat untuk melindungi keselamatan jiwa anggota keluarga dari serangan rabies.

Keberhasilan program vaksinasi darurat ini diharapkan mampu mengembalikan rasa aman masyarakat di Desa Munduk Temu dan sekitarnya dari ancaman zoonosis. Pemerintah akan mengevaluasi hasil penyisiran lapangan ini untuk menentukan langkah surveilans lanjutan pada wilayah kecamatan lainnya di Tabanan. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI