JEMBRANA, MediaBaliNews – Seekor anjing gila yang menggigit guru dan anak PAUD pada Selasa (24/1) lalu positif rabies. Hal tersebut diketahui setelah menerima hasil sample otak anjing yang menggigit dari Bali Besar Veteriner Denpasar, Senin (30/1/2023).
“Sudah keluar hasil sample yang itu (PAUD) hasilnya positif,” kata Kabid Keswan-Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Widarsa, saat dikonfirmasi, Senin (30/1/2023).
Widarsa menjelaskan, dari 7 sample yang di kirim ke BBVet Denpasar, sebanyak 5 sample hasilnya positif. Sehingga, kata dia, akan menggelar vaksinasi massal di daerah yang terjadi kasus gigitan anjing positif rabies. Salah satunya di lingkungan sekolah PAUD Cemara Kasih.
“Kemarin kita kirim 7 sample dan 5 sample hasilnya positif. Vaksinasi massal langsung nanti. Sekarang kita sedang susun jadwalnya untuk petugas turun langsung vaksinasi,” tegasnya.
Menurutnya, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pihaknya akan segera melakukan vaksinasi emergensi secara massal. Mengingat kasus gigitan di sekolah PAUD Cemara Kasih, Kelurahan Pendem, petugas maupun lingkungan sekitar belum mengetahui asal-usul anjing tersebut atau anjing liar. “Akan dilakukan segera vaksinasi emergensi disana,” imbuhnya.
Disamping itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat ikut peduli dan berpartisipasi dalam penanganan rabies ini. Karena, kata dia, kasus rabies ini memang menjadi tanggung jawab bersama, mengingat belakangan ini banyak ditemukan anjing liar yang menyerang warga secara tiba-tiba.
“Jika masyarakat menemukan HPR dengan gejala rabies, segera dilaporkan. Supaya kita cepat lakukan penanganan. Kami harap peran serta masyarakat untuk ikut memerangi rabies bersama-sama,” harapnya.
Widarsa juga menambahkan, untuk saat ini kasus positif rabies di Jembrana bertambah 5 kasus dari sebelumnya ada 7 kasus rabies. Sehingga untuk bulan Januari 2023 ini sudah total ada sebanyak 12 kasus.
Untuk diketahui, seorang anak di Pendidikan Usia Dini (Paud) dan gurunya digigit anjing gila, pada Selasa (24/1/2023) siang. Peristiwa tersebut diketahui petugas Damkar Jembrana setelah menerima laporan dari warga yang bernama Agustinus Susanto. Petugas kemudian melumpuhkan anjing gila tersebut dan diserahkan ke dokter hewan untuk diambil sampel otaknya.
Dari Informasi, peristiwa terjadi sekitar pukul 14.00 WITA di sekolah Paud cemara kasih, Lingkungan Satria, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembarana. Dua orang yang digigit tersebut murid berusia 2 tahun dan guru Paud. (cak/mbn)






















