Friday, April 17, 2026
spot_img
Friday, April 17, 2026

Bau Busuk Ungkap Tragedi Penemuan Mayat Pria di Perumahan Tabanan

TABANAN, MediaBaliNews – Warga Banjar Mandung, Desa Sembung Gede, Kerambitan, Tabanan, digegerkan penemuan mayat seorang pria. Aroma busuk dari sebuah rumah kontrakan di Perumahan Mumbu Residence mengundang kecurigaan. Polisi langsung menuju lokasi setelah menerima laporan.

“Kami menerima laporan masyarakat terkait bau busuk. Petugas segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan,” ujar Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu I Gusti Made Berata.

Kejadian ini diketahui pada Jumat, 25 Juli 2025, sekitar pukul 17.00 WITA. Polsek Kerambitan menerima informasi dari warga sekitar. Bau menyengat berasal dari rumah milik Evi Rospita di Perumahan Mumbu Residence.

“Laporan masuk ke Polsek Kerambitan pada sore hari. Tim langsung diturunkan ke lokasi kejadian,” jelasnya.

Kapolsek Kerambitan bersama anggota piket Fungsi tiba di lokasi sekitar pukul 17.15 WITA. Mereka menemukan sumber bau busuk berasal dari dalam rumah tersebut. Kondisi mayat sudah mengalami pembusukan parah.

“Petugas menemukan jenazah seorang pria di dalam rumah. Kondisinya sudah membusuk,” katanya.

Pelapor, Evi Rospita, pemilik rumah, menerangkan bahwa rumah tersebut disewa tiga warga negara asing (WNA) asal Rusia. Mereka telah mengontrak rumah selama dua hingga tiga tahun. Evi jarang bertemu dengan para penyewa dan tidak mengetahui nama mereka.

“Informasi dari pemilik rumah, tempat itu dikontrak tiga WNA. Mereka sudah menyewa cukup lama,” tuturnya.

Saksi Irvatus Sholekhah, karyawan Evi Rospita, biasa mengumpulkan uang sewa bulanan Rp1.500.000. Ia terakhir kali datang untuk menagih pada Minggu, 13 Juli 2025. Irvatus tidak pernah meminta identitas WNA tersebut.

“Keterangan saksi menyebutkan dirinya biasa mengambil uang sewa. Terakhir kali pada 13 Juli lalu,” jelasnya lagi.

Saksi Dewa Made Rahmat Andika, pemilik usaha di sebelah barat rumah, pertama kali mencium bau busuk. Ia melihat banyak lalat mengerumuni tirai jendela rumah. Hal ini menimbulkan kecurigaan pada dirinya.

“Saksi pertama kali mencium bau tidak sedap. Ia melihat lalat mengerumuni jendela,” ucapnya.

Dewa Made Rahmat Andika segera melapor kepada orang tuanya. Orang tuanya lalu memberitahukan warga sekitar. Ia juga mengecek rekaman CCTV tempat usahanya.

“Saksi melaporkan kecurigaannya kepada orang tua dan warga sekitar. CCTV juga diperiksa,” jelasnya.

Rekaman CCTV menunjukkan aktivitas terakhir penghuni rumah terjadi pada Sabtu, 19 Juli 2025, sekitar pukul 15.56 WITA. Ini berarti mayat sudah berada di dalam rumah setidaknya selama enam hari. Tim kepolisian langsung melakukan olah TKP.

Baca Juga :  Tabanan Meriah dengan Local Run, Semangat Olahraga dan Kebersamaan

“Dari rekaman CCTV, aktivitas terakhir penghuni terlihat pada 19 Juli. Jenazah sudah berada di lokasi beberapa hari,” imbuh Iptu I Gusti Made Berata.

Saksi I Made Wawan, yang memiliki teman dari Ukraina bernama Alex Kinsibari, membantu mencarikan tempat tinggal bagi tiga WNA tersebut sekitar lima tahun lalu. Awalnya mereka tinggal di wilayah Kalang Anyar selama dua tahun. Setelah itu, I Made Suryawan menyuruh I Made Wawan mengantar mereka ke Perumahan Mumbu Residence.

“Ada saksi yang membantu mencarikan kontrakan untuk WNA tersebut beberapa tahun lalu,” kata Iptu I Gusti Made Berata.

Saat pertama kali mengantar, I Made Wawan mengenal bapaknya bernama “Ilias” dan ibunya “Iriana.” Ia tidak mengetahui nama anaknya. Ilias sempat sering mampir ke warungnya di Br. Curah, Ds. Gubug. Setelah sebulan, komunikasi terputus.

“Saksi sempat mengenal beberapa di antara mereka. Namun komunikasi kemudian terputus,” papar Berata.

Hasil olah TKP menunjukkan mayat ditemukan terlentang di ruang tamu. Posisinya kepala menghadap ke utara. Jenazah berjenis kelamin laki-laki, dengan tinggi sekitar 203 cm.

“Jenazah berjenis kelamin laki-laki. Ditemukan terlentang di ruang tamu,” ujar Berata.

Jenazah mengenakan baju merah merek United Troopers. Ia memakai celana boxer bermotif bunga merah, putih, hijau, serta kaos kaki hitam merek Amigo. Kondisi jenazah sudah dipenuhi belatung.

“Kondisi jenazah sudah dalam keadaan pembusukan. Belatung juga sudah ada pada tubuh,” kata Berata lagi.

Pada gigi bawah jenazah, enam bagian tidak ada. Petugas tidak menemukan identitas di dalam tubuh jenazah. Sekitar TKP ditemukan koper biru dongker, dua unit sepeda Polygon, tas selempang merah marun, dan tas ransel abu-abu.

“Tidak ada identitas melekat pada jenazah. Beberapa barang pribadi ditemukan di sekitar lokasi,” kata Iptu I Gusti Made Berata.

Petugas Inafis mengambil sidik jari jenazah. Mayat kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Nyitdah. Selanjutnya, jenazah dikirim ke RSUP Prof Ngoerah Sanglah Denpasar untuk Visum Et Revertum (VER) atau otopsi.

“Petugas sudah mengambil sidik jari. Jenazah dievakuasi untuk otopsi di Sanglah,” tambahnya.

Pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Mereka juga akan menghubungi Konsulat Ukraina di Denpasar. Koordinasi dengan pihak Imigrasi juga akan dilakukan untuk mengetahui identitas pasti korban.

“Kami akan selidiki lebih lanjut. Kami juga akan berkoordinasi dengan Konsulat Ukraina dan Imigrasi,” pungkasnya. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI