TABANAN, MediaBaliNews – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan terus berkomitmen dalam memberikan pembinaan kepada Warga Binaan sebagai persiapan mereka kembali ke masyarakat. Pada Selasa, 10 Desember 2023, Lapas Tabanan melaksanakan kegiatan Pembinaan Kemandirian dengan fokus pada keterampilan bermain Gamelan Gong, alat musik tradisional yang memiliki peranan penting dalam upacara-upacara keagamaan di Bali.
Kepala Lapas, Muhamad Kameily, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari berbagai jenis kegiatan pembinaan yang ditawarkan oleh pihaknya. “Kami memiliki dua kategori utama yaitu pembinaan kepribadian dan kemandirian,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa inisiatif ini sejalan dengan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang mengedepankan tujuan pemasyarakatan untuk mempersiapkan Warga Binaan agar dapat beradaptasi saat kembali ke lingkungan masyarakat melalui proses reintegrasi sosial.
“Reintegrasi sosial bagi Warga Binaan adalah langkah krusial untuk membantu mereka beradaptasi setelah bebas dari penjara,” lanjut Kameily. “Pelatihan keterampilan Gong ini dirancang sesuai dengan bakat yang dimiliki oleh para peserta.”
Komang Suryana selaku Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja juga menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal melalui kegiatan ini. “Gamelan Gong bukan hanya sekadar alat musik; ia memiliki nilai sakral dan sering dipentaskan dalam acara-acara keagamaan,” jelas Komang. Dengan demikian, selain menyalurkan minat dan bakat Warga Binaan, program ini juga bertujuan menjaga warisan budaya asli Bali.
Salah satu peserta pelatihan, Made, menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan belajar memainkan Gamelan Gong. “Saya selalu menikmati pertunjukan Sekaa Gong di upacara-upacara tetapi tidak pernah punya waktu untuk belajar sebelumnya,” katanya penuh semangat. “Sekarang saya sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan ini.”
Dengan adanya program seperti ini, diharapkan Warga Binaan tidak hanya memperoleh keterampilan baru tetapi juga mampu menghargai serta melestarikan kebudayaan daerah ketika mereka kembali bergabung dengan masyarakat luas. Inisiatif tersebut menunjukkan komitmen Lapas Tabanan dalam mendukung rehabilitasi dan reintegrasi sosial secara efektif sambil memperkuat identitas budaya lokal di tengah tantangan modernisasi saat ini. (ang/mbn)






















