Thursday, February 19, 2026
Thursday, February 19, 2026

Belasan Pekerja Kafe di Delod Berawah Dites VCT

JEMBRANA, MediaBaliNews – Guna meminimalisir penyebaran kasus HIV/AIDS di Kabupaten Jembrana, Puskesmas I Mendoyo melaksanakan tes VCT yang menyasar pekerja kafe di Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo, Kamis (23/2/2023).

Dari pantauan dilapangan, terlihat satu persatu pekerja kafe di cek dengan cara di ambil sample darah. Dimana sample darah tersebut akan dibawa ke puskesmas untuk melakukan pengecekan lebih lanjut.

Menurut aktivis Jalak Bali, I Made Suarnayasa, temuan kasus HIV/AIDS di Jembrana setiap bulan terdapat lima sampai tujuh kasus.

“Hari ini kami melakukan kegiatan Mobile VCT yang selenggarakan oleh Puskesmas I Mendoyo. Kalau kita lihat kasus HIV yang ada di Kabupaten Jembrana kasus yang kami temukan rata-rata lima sampai tujuh kasus setiap bulannya di Kabupaten Jembrana,” ucapnya.

Lebih lanjut, Pihaknya mengungkapkan kegiatan pengecekan HIV/AIDS ini dilakukan sedini mungkin, bilamana ada yang terinfeksi dapat ditangani lebih cepat.

“Salah satu cara kami untuk meminimalisir atau mengajak masyarakat untuk melakukan pengecekan HIV sedini mungkin. Bila mana jika ada yang terinfeksi biar bisa segera kita obati dan kita dampingi supaya mereka bisa beraktivitas dan hidup sehat. Jika untuk data itu ada sekitar 465 orang positif HIV di Kabupaten Jembrana pada Desember tahun 2022, ” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas I Mendoyo Kadek Ayu Dewi Darmayanti mengatakan selain menyasar pekerja kafe, Ia dan petugas juga melakukan pengecekan terhadap pelanggan dan pemilik kedai.

“Kami dari Puskesmas I Mendoyo melaksanakan kegiatan Mobile VCT dalam rangka melakukan skrining HIV untuk pekerja kafe, pelanggannya atau pemilik kedai serta siapa saja. Tujuan kami untuk mengetahui bagaimana kesehatan dari pegawai-pegawai kafe ini,” ujarnya.

Selain pengecekan HIV/AIDS, kata dia, juga dilakukan pengecekan TBC.

Baca Juga :  Temuan Kasus Suspect Rabies, Petugas lakukan Vaksinasi HPR di Penyaringan

“Kami juga melakukan pemeriksaan Skrining TBC, dengan melakukan pemeriksaan dahak. Untuk targetnya, ini ada 20 orang dan dilaksanakan setiap 4 bulan sekali dalam satu tahun. Untuk darah dan dahak dibawa ke Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, ” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI