Sunday, May 31, 2026
Sunday, May 31, 2026

Cuaca Ekstrem Terjang Jembrana, 5 Kecamatan Terdampak Angin Puting Beliung dan Pohon Tumbang

JEMBRANA, MediaBaliNews – Diterjang cuaca ekstrem, BPBD Kabupaten Jembrana mencatat 30 titik kejadian bencana yang tersebar di 5 kecamatan di wilayah Kabupaten Jembrana, Rabu (21/1/2026).

Hujan deras disertai angin kencang melanda Kabupaten Jembrana pada dini hari tadi memicu sejumlah kejadian bencana berupa angin puting beliung dan pohon tumbang yang tersebar di 5 kecamatan.

Kepala Pelaksana (Kalaks) BPBD Kabupaten Jembrana, Putu Agus Artana Putra mengatakan, BPBD langsung melakukan asesmen di lokasi terdampak sejak pagi hari.

“Cuaca ekstrem yang terjadi pada dini hari mengakibatkan beberapa wilayah di Kabupaten Jembrana terdampak. Kami mencatat ada 5 kecamatan terdampak, dengan total 19 desa/kelurahan dan 30 titik lokasi kejadian,” ungkapnya.

Berdasarkan data awal BPBD Jembrana, bencana cuaca ekstrem tersebut berdampak pada Kecamatan Melaya, Jembrana, Negara, Mendoyo, dan Pekutatan. Dampak yang ditimbulkan bervariasi, mulai dari pohon tumbang, kerusakan atap rumah warga, bangunan roboh, hingga kerusakan perahu nelayan.

Di Kecamatan Melaya, terdapat 4 titik lokasi terdampak di 3 desa/kelurahan. Beberapa pohon tumbang dilaporkan terjadi di Kelurahan Gilimanuk, Desa Candikusuma, dan Desa Palasari. Selain itu, angin puting beliung di Desa Candikusuma mengakibatkan kerusakan atap rumah warga.

Sementara di Kecamatan Jembrana, angin puting beliung berdampak pada sedikitnya 49 kepala keluarga (KK) di Desa Batuagung, Kelurahan Dauhwaru, dan Desa Air Kuning. Kerusakan juga dilaporkan pada rumah warga, perahu milik nelayan, serta bagian kubah Masjid Darul Hidayah.

Di Kecamatan Negara, kejadian angin puting beliung di Desa Cupel menyebabkan 6 KK terdampak, dengan kerusakan rumah dan perahu nelayan. Selain itu, pohon tumbang juga terjadi di Desa Kaliakah, Tegal Badeng Timur, dan Desa Banyubiru yang berdampak pada sekitar 30 KK.

Baca Juga :  KPU Jembrana Gelar Bimtek Bagi Ribuan Petugas KPPS

Dampak cukup signifikan terjadi di Kecamatan Mendoyo dengan 11 titik lokasi terdampak di 5 desa/kelurahan. Angin puting beliung di Desa Yehembang Kauh menyebabkan robohnya bangunan bangsal dengan estimasi kerugian mencapai sekitar Rp. 70 Juta. Selain itu, puluhan KK terdampak di Desa Penyaringan dan Desa Yehembang, serta sejumlah pohon tumbang di beberapa banjar.

Sedangkan di Kecamatan Pekutatan, tercatat 6 titik lokasi terdampak di 3 desa. Angin puting beliung di Desa Pekutatan dan Desa Asahduren mengakibatkan sedikitnya lima KK terdampak, disertai pohon tumbang di sejumlah banjar.

Dengan adanya peristiwa tersebut, Kalaks BPBD Jembrana menambahkan, penanganan darurat terus dilakukan bersama unsur terkait, TNI/Polri, dan masyarakat setempat.

Selain itu, pihaknya juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat intensitas hujan dan angin kencang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Sebagian pohon tumbang sudah ditangani oleh petugas gabungan dan masyarakat. Untuk beberapa lokasi yang masih dalam proses asesmen, kami akan tindak lanjuti secepatnya,” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI