MANGUPURA, MediaBaliNews – Masyarakat yang kerap beraktivitas di wilayah perairan (laut) harus lebih hati-hati. Apalagi kondisi cuaca saat ini kurang bersahabat. Seperti yang dialami dua orang pemancing. Sampan yang mereka gunakan terbalik dihantam ombak. Akibatnya, salah seorang rekannya bernama I Wayan Redita (51) hilang di Perairan Labuan Sait, Uluwatu, Kabupaten Badung, Sabtu (25/3) pagi.
Kabar hilangnya pemancing tersebut dibenarkan oleh, I Wayan Suwena, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Bali, dimana Ia mengatakan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) menerima informasi kejadian pada pukul 08.15 Wita. “Kami menerima informasi dari Balawista Kuta Selatan, I Wayan Somer bahwa seorang pemancing hilang saat sampannya terhantam ombak,” terangnya.
Menindaklanjutin atas laporan tersebut, Ia mengatakan dari kantor Basarnas Bali kemudian menggerakkan 17 personil dan berkoordinasi dengan Balawista Kuta Selatan dan Babinsa Labuan Sait. “Respon awal mengerahkan Balawista untuk melakukan pencarian sebelum RIB Basarnas Bali tiba di lokasi, bergerak dari Pelabuhan Benoa,” ujar Suwena.
Sementara tim darat melakukan pemantauan dan koordinasi dengan nelayan setempat. Luas area pencarian pada operasi SAR hari pertama yakni kurang lebih 18 NM2. “Pencarian oleh tim SAR gabungan dilakukan hingga pukul 18.00 Wita, namun korban belum berhasil ditemukan,” ungkapnya.
Adapun kronologi kejadiannya, Suwena menuturkan bermula pada, Jumat (24/3) malam, 2 orang pemancing berangkat menggunakan sampan dari Pantai Labuan Sait, namun nahas keesokan paginya sekitar pkl 04.00 Wita perahu mereka dihantam ombak. Jarak lokasi kejadian hingga daratan berkisar 4,5 NM.
Selama operasi SAR berlangsung turut melibatkan Basarnas Bali, Dit Polairud Polda Bali, SAR Samapta Polda Bali, Sat Polair Polresta Denpasar, BPBD Kab Badung, Balawista Kuta Selatan, Relawan IOF, keluarga korban dan masyarakat setempat. (gzx/mbn)






















