Monday, June 1, 2026
Monday, June 1, 2026

Hanya Layani 6 dari 13 Banjar, TPS3R Bhuana Resik Penyaringan Terkendala Medan dan Jarak

JEMBRANA, MediaBaliNews – Upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, masih menemui sejumlah kendala. TPS3R Bhuana Resik, yang berdiri sejak akhir tahun 2022, hingga kini baru mampu melayani 6 dari total 13 banjar yang ada di desa tersebut.

Ketua Pengurus TPS3R Bhuana Resik, I Gusti Made Budiasa mengatakan, keterbatasan armada dan kondisi geografis menjadi penyebab utama belum meratanya pelayanan pengangkutan sampah.

Dimana, sebagian besar wilayah Desa Penyaringan memiliki medan jalan yang menanjak dan sulit dilalui kendaraan roda tiga.

“Ada tujuh banjar yang belum bisa kami layani karena jalannya menanjak dan jauh. Kendaraan viar yang kami gunakan tidak sanggup melintas di beberapa titik,” ungkapnya saat ditemui, Kamis (23/10/2025).

Saat ini TPS3R Bhuana Resik hanya memiliki dua unit viar, salah satunya merupakan kendaraan bekas milik bank sampah sebelumnya.

Dengan keterbatasan itu, pengangkutan sampah dilakukan dari enam banjar yang bisa dijangkau. Volume sampah yang dikumpulkan mencapai 700 hingga 800 kilogram perhari.

Setiba di TPS3R, sampah dipilah menjadi dua kategori utama yakni, organik dan non-organik. Sampah organik diolah menjadi pupuk dan dijual kembali kepada masyarakat dengan harga Rp. 1.000 Rupiah perkilogram, sementara sampah non-organik seperti botol plastik dan kemasan dijual ke pengepul.

“Sampah yang tidak bisa diolah kami buang ke TPA Peh Kaliakah dua kali dalam seminggu. Hasil penjualan sampah dan pupuk kami masukkan ke kas TPS3R untuk biaya operasional,” terangnya.

Dalam kegiatan sehari-hari, TPS3R Bhuana Resik melibatkan 5 orang pekerja dan 7 orang pengurus. Para pekerja menerima gaji sekitar Rp. 1,5 Juta perbulan.

Budiasa menambahkan, selain kendala medan dan jarak, pihaknya juga menghadapi tantangan berupa minimnya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari rumah. Hal ini membuat proses pengolahan di TPS3R memerlukan tenaga dan waktu lebih banyak.

Baca Juga :  Kejar Target , Sekda Budiasa Harapkan Koperasi Dharma Santi Optimalkan Berbagai Potensi 

“Kami terus mengedukasi warga agar mulai memilah sampah sejak dari sumbernya. Ke depan, kami juga berharap ada dukungan berupa armada tambahan yang lebih kuat supaya semua banjar bisa terlayani,” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI