TABANAN, MediaBaliNews – Tabanan diguncang kejadian tak sedap. Jalan jebol di kawasan Bajera, Selemadeg, memukul telak sektor pariwisata. Akses vital menuju destinasi favorit seperti Ulun Danu Beratan dan D’Blooms kini tersendat.
Harapan satu-satunya adalah Parade Gebogan 2025 yang baru saja dibuka. “Kondisi jalan jebol ini memang jadi pukulan berat. Kami berharap Gebogan bisa jadi penyelamat,” kata I Wayan Mustika, Manajer DTW Ulun Danu Beratan.
Kemacetan parah di jalur Denpasar-Gilimanuk, dampak langsung dari kerusakan jalan, membuat turis enggan datang. Banyak wisatawan, khususnya domestik, membatalkan rencana liburan mereka. Pembatalan ini tentu sangat merugikan pelaku wisata. “Pembatalan memang banyak sekali, terutama dari domestik yang selama ini jadi andalan,” ungkap Mustika.
Sebelumnya, Ulun Danu Beratan bisa menarik 1.500 hingga 2.000 pengunjung saban hari, sementara D’Blooms Jatiluwih 500 sampai 1.000. Angka ini terjun bebas setelah insiden jalan jebol. Meski ada sedikit peningkatan tipis seminggu belakangan, jumlahnya masih jauh dari harapan. “Kunjungan memang merosot tajam, walau ada tanda-tanda membaik sedikit,” tambah Mustika.
Untuk menyiasati kondisi ini, Parade Gebogan 2025 digeber habis-habisan. Acara yang dibuka Kamis, 10 Juli 2025 ini melibatkan nyaris seribu penari dan seniman baleganjur. Meski tak semua desa adat bisa ikut, kualitas tetap jadi prioritas. “Kami jaga betul kualitas parade ini agar tetap memikat wisatawan di tengah cobaan infrastruktur,” terang Mustika.
Parade ini mengangkat konsep Tri Hita Karana, sebuah filosofi hidup Bali yang menekankan harmoni. Pertunjukan bakal digelar sebulan penuh, dari Senin hingga Rabu di Ulun Danu Beratan. Sementara itu, Jumat sampai Minggu, panggung beralih ke D’Blooms Jatiluwih. Di D’Blooms sendiri, ada taman ilusi dan air mancur Boma yang siap memukau. “Kami harap Tri Hita Karana dan konsep baru ini bisa menarik lagi minat wisatawan,” ujar Mustika.
Ke depan, D’Blooms akan dilengkapi wahana kereta api dan area piknik khusus pada akhir Desember 2025, dengan tiket sekitar Rp25 ribu per orang. Selama sebulan penuh, pengunjung bisa menikmati pementasan gebogan, kecak, tari, dan barong secara cuma-cuma, mulai pukul 12.00 WITA. “Kami terus siapkan fasilitas dan pertunjukan menarik, semuanya gratis agar wisatawan makin betah,” pungkas Mustika. (ang/mbn)


























