Friday, April 17, 2026
spot_img
Friday, April 17, 2026

Kera Alas Kedaton Serbu Permukiman, Warga Resah Atap Rumah Rusak

TABANAN, MediaBaliNews – Warga sekitar Alas Kedaton, Desa Kukuh, Marga, Tabanan, mengeluhkan gangguan kera liar. Kawanan kera tersebut kerap masuk permukiman serta merusak atap rumah warga. Kera-kera itu juga menunjukkan perilaku galak, bahkan menyerang saat diusir.

“Hal ini terjadi karena populasi kera di Alas Kedaton terus meningkat. Mereka keluar dari habitat aslinya untuk mencari makan,” ujar Bendesa Adat Kukuh, I Gusti Ngurah Alit Wijaya, Selasa (25/6/2025).

I Gusti Ngurah Alit Wijaya tidak menampik kera sering masuk permukiman. Populasi kera di Alas Kedaton kini diperkirakan mencapai 2.500 ekor. Pasokan makanan di habitat asli tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh kera.

“Kami sudah mencoba berbagai upaya pengendalian. Salah satunya bekerja sama dengan tim dari Universitas Udayana untuk melakukan kastrasi pada kera jantan. Tapi biayanya sangat tinggi, mencapai Rp500 ribu per ekor,” ungkapnya.

Pihak desa adat selaku pengelola sudah berupaya menyediakan pakan kera. Anggaran yang dikeluarkan mencapai puluhan juta rupiah setiap bulan. Namun, sebagian kawanan kera memilih menetap di area parkir DTW Alas Kedaton, setra, hingga pura sekitar kawasan.

“Warga memang mengeluh, tapi kami sebagai pengelola terbatas dalam bertindak, karena kami juga terbatas dengan kebutuhan kami di desa,” jelasnya.

Pengelola juga telah melaporkan kondisi ini kepada Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan. Namun, belum ada tindak lanjut hingga saat ini. Upaya niskala atau ritual adat juga telah dilakukan agar kera tidak keluar habitat.

“Kalau terus diberi makan, kera-kera itu akan menetap di area permukiman warga,” tambahnya.

Untuk saat ini, pihaknya mengimbau warga tidak memberi makan kera agar mereka kembali ke habitat asli. I Gusti Ngurah Alit Wijaya sangat berharap pemerintah daerah segera turun tangan. Bantuan pemerintah diperlukan untuk mengendalikan populasi kera yang terus meningkat.

Baca Juga :  Curanmor di Garasi dengan Modus Kunci Palsu Kembali Terjadi di Tabanan

“Kami sangat membutuhkan bantuan pemerintah, terutama dalam penanganan populasi kera yang semakin tidak terkendali,” pungkasnya. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI