JEMBRANA, MediaBaliNews – Dalam situasi pembatasan aktifitas transportasi ternak akibat adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), petugas berhasil gagalkan pengiriman 6 (enam) ekor ternak kambing dari Pulau Jawa di Pelabuhan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Jumat (05/08/2022).
Upaya penggagalan kiriman ternak tersebut dilakukan oleh Babinsa Gilimanuk, Koramil 1617-03/Melaya, Kodim 1617/Jembrana Serda Mohammad saat melakukan pemeriksaan kendaraan masuk Pulau Bali di Pos II Pelabuhan Gilimanuk. Upaya pengiriman sebanyak enam ekor kambing yang diamankan tersebut dilakukan dengan menggunakan 1 unit mobil Pick up Grand Max.
Hal tersebut diungkapkan Babinsa Gilimanuk Serda Mohammad Adam saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (05/08/2022), pihaknya juga menuturkan, kejadian bermula saat dirinya bersama aparat kepolisian yang bertugas di Pos II Pelabuhan Gilimanuk melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang datang dari Jawa sekitar Pukul 04.44 Wita dan mencurigai adanya mobil membaw ternak.
“Petugas sempet mencurigai adanya salah satu unit mobil pick up Grand Max dengan Nopol P 8476 G yang dikemudikan oleh Nanang asal Banyuangi, Jawa Timur yang ditutupi dengan terpal warna biru. Setelah kami melakukam pemeriksaan atas barang bawaan mobil Pickup tersebut, ternyata didalamnya kita temukan sebanyak enam ekor kambing,” Jelas Serda Adam
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, lanjut Serda Adam, diketahui pemilik kambing tersebut adalah saudara Didik asal Benculuk, Kabupaten Cluring Banyuwangi, Jawa Timur. “Dari hasil pemeriksaan, pemilik sapi mengatakan, ke enam ekor kambing tersebut nanti akan di kirim ke Tabanan. Saat ini pemilik kambing beserta barang bukti telah diamankan di Kantor Karantia Gilimanuk sambil menunggu poses lebih lanjut,” tandasnya.
Sementara Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf Teguh Dwi Raharja, S. Sos dikomfirmasi terpisah membenarkan adanya upaya pengiriman enam ekor kambing dari Jawa menuju Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. “Tadi kami beresta Jajaran dan aparat kepolisian berhasil menggagalkan upaya pengiriman ternak kambing ditengah situasi pembatasan transportasi ternak akibat wabah PMK,” paparnya.
Dandim Teguh juga menuturkan, pihaknya akan terus melakukan upaya dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif, salah satu yang juga menjadi atensi bersama Satgas Penanganan PMK Jembrana dalam pencegahan wabah PMK saat ini adalah menyangkut lalulintas ternak yang sementara masih dilarang masuk ataupun keluar Bali. “Kita sangat menyayangkan masih adanya upaya pengiriman hewan baik yang keluar maupun masuk Bali,” ujarnya.
Dandim Teguh juga menambahkan, dalam mengantisipasi dan mencegah penyebaran wabah PMK, pihaknya bersa Satgas Penanganan PMK Jembrana telah melakukan langkah dan upaya termasuk memperketat pemeriksaan di Pelabuhan Gilimanuk. “Kami juga telah menerjunkan Babinsa bersama Unit Intel Kodim untuk melakukan pemantauan terhadap keluar masuknya hewan terutama di Pelabuhan Gilimanuk selama 24 jam,” pungkasnya. (jar/war/mbn)






















