TABANAN, MediaBaliNews – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan secara resmi menutup Program Rehabilitasi Sosial Pemasyarakatan yang telah berlangsung selama enam bulan, Senin (11/11).
Acara penutupan yang dihadiri oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Bali, Putu Murdiana, ini menandai berakhirnya program yang bertujuan untuk membantu para Warga Binaan penyalahguna Narkotika.
Program rehabilitasi yang diikuti oleh 30 Warga Binaan ini melibatkan berbagai stakeholder eksternal, seperti Komando Distrik Militer (Kodim) 1619 Tabanan, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tabanan, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Badung, serta Yayasan Bali Samsara (YBS).
Kepala Lapas (Kalapas) Tabanan, Muhamad Kameily, menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam keberhasilan program ini. “Kami sangat berterima kasih atas kolaborasi yang terjalin dengan stakeholder eksternal. Mulai dari asesmen oleh BNNK, instruktur yoga dan Bela Negara dari Kemenag dan Kodim, hingga tenaga konselor adiksi dari YBS, semua pihak telah berperan penting dalam keberhasilan program ini,” ujar Kameily.
Kadivpas Putu Murdiana memberikan apresiasi atas dedikasi Lapas Tabanan dalam menjalankan program rehabilitasi. “Lapas Tabanan sudah berpengalaman dalam penyelenggaraan rehabilitasi sejak tahun 2018. Program ini bahkan mendapatkan pujian dari Komisi III DPR RI atas output yang sangat baik dan inovasi yang diterapkan,” terang Murdiana.
Acara penutupan program diiringi dengan pemukulan gong oleh Kadivpas, menandai berakhirnya rangkaian kegiatan. Selanjutnya, piagam penghargaan diberikan kepada stakeholder eksternal, tanda peserta dilepas, dan sertifikat diserahkan kepada Warga Binaan yang telah mengikuti program rehabilitasi.
Suksesnya Program Rehabilitasi Sosial Pemasyarakatan di Lapas Tabanan menunjukkan komitmen lembaga untuk mendukung pemulihan para Warga Binaan dan membantu mereka untuk kembali ke masyarakat dengan lebih baik. Kolaborasi dan sinergi dengan stakeholder eksternal merupakan kunci penting dalam mencapai keberhasilan program ini. (ang/mbn).






















