Sunday, May 31, 2026
Sunday, May 31, 2026

Mencuat Paket Sandi, Sanjaya Sebut Hanya Issue, Edi Tak Terima, Dirga Siap Mundur

TABANAN, MediaBaliNews – Beberapa hari belakangan paket antara Ketua DPC PDI Perjuangan Tabanan Komang Gede Sanjaya- dengan Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga atau Sanjaya-Dirga (Sandi), mencuat.

Dari paket ini, Sanjaya mengaku itu hanya issue belaka. Sedangkan Edi Wirawan tidak terima jika paket mengkomodir tokoh di satu kecamatan, sedangkan Dirga mengaku siap mundur jika mendapat rekomendasi.

Paket Sandi sendiri, mencuat ketika ada tayangan slide di acara pendidikan kader DPRD terpilih di Bedugul, Baturiti, Kabupaten Tabanan.

Ketua DPC PDI P Tabanan, Komang Gede Sanjaya mengatakan, paket itu belum tentu menjadi rekomendasi resmi dari DPP PDI Perjuangan. Sebab, kepastian dari rekomendasi itu belum didapat saat ini.

“Paket sandi itu issue. Biasalah Rodinda. Romantisme dinamika dan dialektika. Apalagi saya atau pak wakil tidak tahu siapa yang akan diberikan tugas oleh ketum partai,” kata Sanjaya, Senin (5/8/2024).

Sanjaya menegaskan, bahwa dirinya adalah petugas partai, sehingga siap diperintah apapun itu. Pendek kata, ketika diperintahkan atau tidak diperintahkan maka akan siap untuk melaksanakan.

“Saya adalah petugas partai, siap diperintah mengayah atau tidak adalah hal biasa,” ungkapnya.

Menurut Sanjaya, paket-paketan saat ini itu terlalu dini. Dirinya saja belum tahu, karena keputusan rekomendasi itu ada di pusat atau Jakarta.

“Kurang lebih di atas 20 Agustus. Dan kan biasa begitu biasalah (rekomendasi). Mungkun semua seperti itu,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan menyatakan bahwa paket itu belum tentu bisa terealisasi untuk menjadi paket Pilkada 2024 untuk PDI Perjuangan.

Kata Edi, adanya riak-riak seperti itu (Paket Sandi,res) dirasanya tidak benar. Apalagi misalnya yang berpotensi itu dalam satu kecamatan. Ia menegaskan tidak akan mungkin itu bisa terjadi.

Baca Juga :  Strategi Ganda Tanah Lot, Perketat Keamanan Pantai dan Perluas Wisata Edukasi Sejarah

Edi menegaskan, bahwa penting PDI P melakukan pemerataan calon itu tidak hanya dari satu kecamatan.

Apalagi dirinya dari Kediri, yang notabenenya merupakan suara pemilih terbesar di Tabanan.

“Apalagi saya dari Kediri. Suaranya banyak loh. Harus diperhitungkan Kediri ini. Kalau sampai ditinggalkan saya yakin, seyakin-yakinnya akan kecewa masyarakat Kediri,” kata Edi ditemui awak media, usai pelantikan anggota DPRD Tabanan periode 2024-2029.

Untuk diketahui, bahwa Komang Gede Sanjaya dan I Made Dirga merupakan warga Kecamatan Tabanan. Hal ini yang kemudian dipersoalkan oleh Edi Wirawan karena tidak meratanya calon untuk duduk di kursi eksekutif.

Terpisah, Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga mengaku, siap mundur ketika memang ditunjuk untuk mendampingi Komang Gede Sanjaya dalam perhelatan Pilkada tahun ini.

Dirinya, digadang-gadang akan berpaketan dalam Pilkada Serentak 2024 dengan Sanjaya, itu muncul ketika ada pendidikan kader PDIP Tabanan yang lolos sebagai anggota legislatif di Wisma PLN Bedugul.

“Sebagai prajurit partai, wajib menjalankan tugas sebaik-baiknya. Kalau aturannya harus mundur, saya mundur,” ujar Dirga.

Kata Dirga, yang perlu diketahui bahwa paket ini belum bisa dipastikan, karena belum ada rekomendasi turun dari DPP untuk Calon Bupati dan Wakil Bupati.

Dan saat pendidikan kader itu bukan dalam rangka pleno, namun pendidikan untuk setiap kader PDI P yang lolos sebagai anggota DPRD.

Maka dari itu, sambungnya, ia meminta supaya menunggu rekomendasi dari DPP terkait siapa kader yang akan ditunjuk sebagai cabup dan cawabup.

“Nanti ada rekomendasi. Siapa saja yang diberikan rekomendasi tertulis itu, baru nanti. Itu kan di slide saja,” jelasnya. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI