TABANAN, MediaBaliNews – Parade Gebogan di Festival Ulun Danu Beratan 2024 dipadati sekitar 2.000 pengunjung setiap hari sejak Rabu (24/7/2024) hingga Jumat (26/7/2024).
Humas DTW Ulun Danu Beratan, Made Sukarata, mengatakan Festival Ulun Danu Beratan digelar lima kali dalam sepekan, di dua tempat berbeda. Untuk Rabu, Kamis, dan Jumat digelar di DTW Ulun Danu, sedangkan akhir pekan digelar di D’Blooms Garden.
“Di acara ini ada 18 desa adat yang dilibatkan. Temanya lebih ke kreasi seni budaya anak muda. Anak muda wajib tampil mempunyai kreasi di 18 gebogan itu,” kata Sukarata, Jumat (26/7/2024).
Sukarata menyatakan, festival dengan menampilkan gebogan itu akan digelar setiap tahun karena antusiasme pengunjung yang tinggi. Rencananya, festival serupa akan digelar pada Desember mendatang.
Yang biasanya hanya menampilkan tarian tradisional dan budaya, akan ditampilkan kembali gebogan.
“Karena memang tamu yang berkunjung dari baru masuk sampai ke pementasan sangat menikmati. Jadi akan ada pementasan di Desember dengan gebogan. Yang nanti tetap diikuti 18 desa adat mulai Ibu PKK dan muda-mudi,” jelas Sukarata.
Terkait kunjungan wisatawan, pada Rabu dan Kamis kemarin, sekitar 2.000 pengunjung setiap hari datang ke DTW Ulun Danu. Khusus untuk festival gebogan ini, kunjungan meningkat dibanding hari biasa yang hanya mencapai 1.100 dan 1.200.
“Untuk 2.000 wisatawan itu, asing terutama mendominasi dengan 1.300 orang per hari. Domestik 700 orang per hari. Kalau hari libur sekolah maka terbalik, lebih banyak domestik,” bebernya.
Di sisi lain terkait dengan kepadatan parkir, sambungnya, bahwa tidak ada masalah. Karena memanf untuk pementasan budaya, maka masyarakat yang tampil ikut dalam acara.
Parkir penuh masih bisa diantisipasi ketika hari biasa.
“Kita sudah melakukan antisipasi dengan tiket terusan dengan dua destinasi (Ulun Danu dan Dblooms). Para tamu-tamu dengan travel agent bisa ke dblooms dulu. Jadi akan ada solusi dan supaya tercover,” jelasnya.
Dia menambahkan, bahwa terkait rencana perluasan parkir, memang ada dengan melakukan penataan di kantor Desa Candikuning yang bisa untuk digunakan. Karena kantor desa akan dipindahkan.
“Saat ini, untuk parkir bisa menampung 70 bus. Sedangkan kendaraan pribadi hampir 200 mobil. Roda dua wisatawan sudah cukup, kebetulan masyarakat sekeliling menyaksikan parade saat ini, membawa soeeda motor makanya seperti padat,” pungkansya. (ang/mbn)


























