TABANAN, MediaBaliNews – Kawasan Monumen Perjuangan Singasana di Tabanan kini semakin menarik perhatian. Penataan lokasi ditandai dengan penambahan miniatur alat utama sistem senjata (alutsista). Realisasi ini melengkapi ikon sebelumnya dan menegaskan representasi kepahlawanan.
“Taman ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan dan pembangunan yang kita nikmati hari ini adalah hasil perjuangan. Semangat itu harus kita lanjutkan demi mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” jelas Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya.
Patung Thebus Wagimin, simbol Angkatan Darat, kini bersanding dengan replika pesawat dan tank. Area monumen ini dirancang sebagai miniatur tri matra TNI. Pengembangan kawasan ini akan segera menyempurnakan simbol Angkatan Laut berupa kapal Pinisi.
“Dengan demikian, kawasan ini dirancang sebagai miniatur tiga matra TNI: Darat, Udara, dan Laut. Kehadiran replika alutsista ini bukan semata menjadi penghias taman, tetapi juga wahana edukasi,” ungkap Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya.
Replika alutsista berupa pesawat dan tank dibangun menggunakan baja kokoh. Penataan fasilitas umum ini merupakan ide dari Bupati Sanjaya. Beliau dikenal piawai mendesain ruang interaksi publik.
“Taman ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan dan pembangunan yang kita nikmati hari ini adalah hasil perjuangan. Semangat itu harus kita lanjutkan demi mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” tegas Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya.
Kini, warga Tabanan memiliki fasilitas umum baru yang representatif untuk berkumpul. Kawasan hijau ini sangat cocok untuk berolahraga dan bersantai. Area Monumen Perjuangan Singasana menanamkan nilai perjuangan kepada generasi penerus.
“Taman ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan dan pembangunan yang kita nikmati hari ini adalah hasil perjuangan. Semangat itu harus kita lanjutkan demi mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” tuturnya. (ang/mbn)






















