JEMBRANA, MediaBaliNews – Itensitas hujan tinggi terjadi di Kabupaten Jembrana, Sabtu (11/2). Hal tersebut mengakibatkan terjadinya banjir disejumlah wilayah. Terparah, dimana jembatan di Banjar Penyaringan kembali putus akibat air sungai bilukpoh yang meluab,
Diketahui, jembatan Banjar Penyaringan sebelumnya sempat putus akibat banjir bandang pada (16/10/2022) lalu. Setelah itu Banjar Penyaringan melakukan gotong royong memperbaiki jembatan dengan swadaya dan kini kembali putus akibat sungai bilukpoh kembali meluap.
Salah satu warga banjar penyaringan Ketut Sunyana saat ditemui, Minggu (12/2), mengatakan perbaikan jembatan banjar penyaringan kemarin secara swadaya kurang lebih 2 bulan lalu.
“Setelah diperbaiki, sudah bisa dilintasi mobil. Dan sekarang kembali putus jembatanya sehingga saya mengambil jalan memutar dan saya merasa aktivitas menjadi terhambat karena akses jembatannya terputus,” ungkapnya.
Hal senada juga di sampaikan Putu Budiartawan, warga banjar Tibu Tanggang desa Penyaringan dimana dengan putusnya jembatan ini aktivitas warga cukup terganggu karena harus mengambil jalan memutar.
“Harapan saya semoga cepat dikaji ulang karakter sungai bilukpoh ini. Dan sudah berulang kali terjadinya banjir dan semoga bisa dikaji kembali dan dilihat bagaimana struktur bangunan supaya sehingga langkah kedepannya menjadi kuat dan tidak jebol kembali,” harapnya.
Sementara, Kepala Desa Penyaringan I Made Dresta mengatakan dirinya sudah menginformasikan kepada masyarakat terkait putusnya jembatan dan sudah menutup jalan menuju jembatan banjar penyaringan.
“Iya, itu yang putus tahun lalu kita perbaiki secara swadaya saja kemarin. Saya himbau agar warga waspada terkait banjir ini dan jangan melitasi jembatan banjar penyaringan karena bahu jembatan kembali jebol, tidak bisa di akses. Untuk jembatan kita sudah mengirim permohonan ke Dinas PU,” pungkasnya. (gsn/mbn)























