Monday, June 1, 2026
Monday, June 1, 2026

Perayaan Tumpek Klurut, Wabup Ipat : Otonan Gamelan dan Kasih Sayang Sesama

JEMBRANA, MediaBaliNews – Disamping dimaknai sebagai Hari Kasih Sayang/Tresna Asih dalam dresta masyarakat Bali, Perayaan Tumpek Klurut secara Niskala dilaksanakan dengan memberikan upacara penyucian (otonan) sarwa Tetangguran (gamelan dan/atau alat musik) seperti gamelan gong, gender, dan alat musik Bali lainnya untuk memuliakan Hyang Widhi dalam manifestasi sebagai Dewa Iswara/Kawiswara.

Hal tersebut disampaikan, Wabup IGN Patriana Krisna (Ipat) disela-sela perayaan Hari Tumpek Klurut yang dipusatkan di Pura Jagatnatha Kabupaten Jembrana pada Saniscara Kliwon Wuku Klurut, Sabtu (18/2).

“Tumpek Klurut juga dilaksanakan melalui upacara penyucian Sarwa Tetangguran atau gamelan dan alat-alat musik, di kabupaten Jembrana telah secara maksimal berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas atraksi seni budaya dengan instrumen gamelan,” ucapya.

Aktualisasinya, kata Ipat, secara skala rangkaian Tumpek Klurut ini telah dilaksanakan pergelaran seni yaitu Festival Tari Jembrana yang digelar panggung terbuka Pura Jagatnatha yang merupakan kolaborasi antara Pemerintah Daerah dengan sanggar tari yang ada di Jembrana.

“Dalam hal ini dikordinir oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jembrana bekerjasama denfan Sanggar Pradnya Swari yang telah menampilkan tari dari ratusan anak-anak yang diantaranya penyandang disabilitas. Saya sangat mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Sanggar Pradnya Swari karena telah dengan tulus ikhlas mengabdi kepada anak difabel, sehingga bisa tampil selayaknya anak-anak pada umumnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Pihaknya yang didampingi Ny. Inda Swari Patriana Krisna menuturkan adanya suara gong di setiap desa adat adalah indikasi krama desa adat senantiasa hidup dalam keadaan rukun, damai dan harmonis. Oleh karena itu, Ia berharap agar pelestarian seni dan budaya terus dilakukan terutama bagi generasi muda.

“Saya berharap kepada seluruh masyarakat Jembrana, jangan pernah lalai mengajar dan melatih anak-anak kita untuk megambel dan menari,” harapnya.

Baca Juga :  Jumlah Laka Lantas di Tabanan Melonjak, Polres Gelar Operasi Patuh Agung 2024

Terakhir, Wabup asal Kelurahan Tegalcangkring tersebut menyampaikan tresna asih (kasih sayang) terhadap sesama adalah yang utama bagi umat Hindu di Bali.

“Sesuai dengan arti kata Klurut atau Lulut dimaknai sebagai kasih sayang, tresna asih atau cinta kasih. Karena itu kita wajib untuk meningkatkan dan membangkitkan kesadaran untuk saling mengasihi, saling menyayangi serta memupuk rasa kebersamaan dan persaudaraan,” pungkasnya.

Perayaan Hari Tupek Klurut yang dipusatkan di Pura Jagatnatha tersebut, juga dilaksanakan persembahyangan bersama yang dihadiri Sekda Kabupaten Jembrana I Made Budiasa, pimpinan OPD, Kasdim 1617/Jembrana, Majelis Madya, Majelis Alitan, PHDI dan siswa-siswa SMA. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI