JEMBRANA, MediaBaliNews – Kepolisian Polres Jembrana kembali gagalkan penyelundupan sejumlah satwa dilindungi jenis penyu hijau, di Kelurahan Giliamanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, namun terduga pelaku berhasil melarikan diri.
Menurut informasi, kasus penyelundupan sebanyak 6 ekor penyu hijau dari pulau jawa ke bali ini berhasil digagalkan setelah pihak kepolisian mendapati informasi pada 14 Maret 2025 kemarin.
Setelah ditindaklanjuti sekitar pukul 01.30 Wita dini hari tadi Sabtu (15/3/2025), Satuan Polair Polres Jembrana menemukan sebanyak 3 ekor penyu hijau yang berada diatas gerobak di Lingkungan Arum, Kelurahan Gilimanuk.
“Kemudian, anggota lainnya menemukan 2 ekor itu berada dipinggir pantai, ” ungkap Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto.
Setelah itu, kata AKBP Endang, anggota kepolisian kemudian melakukan koordinasi dengan Kepala Lingkungan setempat dan melakukan penelusuran dari para saksi yang mengetahui kejadian tersebut.
“Dan kita mendapatkan petunjuk terduga pelaku, dan kita dapati dirumahnya ternyata ada potongan-potongan penyu yang berada didalam kulkas, ” bebernya
Atas hal tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan sebanyak 6 ekor penyu. Dimana, satu diantaranya ditemukan sudah dalam keadaan terpotong-potong di dalam kulkas milik terduga pelaku. Sementara, terduga pelaku telah berhasil melarikan diri.
“Kalau yang dipotong-potong itu kepalanya ada satu siripnya ada 4 dan kita perkirakan itu satu ekor. Sementara masih penyelidikan, sepandai-pandainya dia bersembunyi kami terlatih untuk menemukan, ingat itu, ” tegasnya.
Kemudian, penyu-penyu tersebut kemudian dibawa ke Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih, Desa Prancak, Kecamatan Jembrana untuk mendapatkan perawatan.
Sementara disisi lain, Petugas BKSDA Jembrana, Ahmad Januar mengatakan, penyu yang berhasil diamankan ini rata-rata berukuran cukup besar dan diperkirakan berumur lebih dari 50 tahun.
“Kalau untuk kondisinya yang 4 ini secara umum sudah siap untuk dilepas liarkan dan yang lagi satu perlu penanganan karena mengalami prolaps karena stres dan dehidrasi, ” pungkasnya. (gsn/mbn)






















