Sunday, July 26, 2026
Sunday, July 26, 2026

Pria Paruh Baya Meninggal Mendadak di Tepi Jalan Tabanan, Polisi Gerak Cepat

TABANAN, MediaBaliNews – Ketenangan pagi hari di Banjar Badung, Desa Pejaten, Kediri, Tabanan, terhenti oleh insiden penemuan jenazah seorang pria di tempat umum. Suhaimi (61), pria asal Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dinyatakan meninggal dunia seketika setelah jatuh dari kendaraannya. Pihak kepolisian segera merespons laporan masyarakat tentang adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tersebut.

“Kami segera mendapatkan laporan pada pukul 07.45 Wita dan langsung bergerak mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk penyelidikan awal,” ujar Kapolsek Kediri, Kompol I Nyoman Sukanada, Selasa (9/12/2025).

Penemuan jenazah terjadi sekitar pukul 07.30 Wita. Saksi Desy Arisandy (37) melihat korban baru saja menyelesaikan transaksi pembelian bensin di warung seberang jalan. Saat korban berusaha kembali menaiki sepeda motornya, ia mendadak ambruk ke tanah. Kejadian ini disaksikan langsung oleh beberapa warga sekitar.

“Saksi melihat korban tiba-tiba terjatuh ketika hendak mengendarai motornya setelah membeli bensin,” katanya.

Desy Arisandy segera meminta bantuan rekannya, Sujari (39). Kedua saksi mendekati tubuh korban dan menemukan busa keluar dari mulut Suhaimi. Sujari lantas memeriksa denyut nadi korban. Hasilnya, Suhaimi sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Warga kemudian menghubungi istri korban dan melaporkan temuan tersebut kepada aparat kepolisian.

“Saksi Sujari memastikan korban sudah tidak memiliki denyut nadi, didukung temuan busa yang keluar dari mulut korban,” jelasnya.

Kepolisian Sektor Kediri segera mengamankan lokasi penemuan jenazah tersebut. Aparat juga mengumpulkan keterangan dari para saksi mata, termasuk Usriyah (54), yang juga berada di sekitar lokasi. Polisi kemudian memanggil tim Indonesian Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) dari Polres Tabanan. Tim Inafis melaksanakan identifikasi dan pemeriksaan awal jenazah.

“Kami mencatat seluruh keterangan saksi-saksi dan memanggil Tim Inafis Polres Tabanan untuk proses identifikasi jenazah,” tambahnya.

Baca Juga :  Bupati Sanjaya Hadiri Upacara Ngaben Bersama di Desa Tista dan Marga

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan korban memiliki riwayat penyakit serius. Suhaimi diketahui pernah dirawat di rumah sakit karena penyakit stroke. Informasi riwayat kesehatan ini menguatkan dugaan polisi bahwa kematian korban bersifat alami. Pihak kepolisian telah menghubungi keluarga korban yang berdomisili di Banyuwangi.

“Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit stroke, yang menjadi dugaan utama penyebab kematian mendadak ini,” kata Kompol Sukanada.

Pihak keluarga menyatakan sepenuhnya menerima kejadian ini sebagai musibah alam. Mereka secara resmi menolak permintaan untuk dilakukannya otopsi. Penolakan tersebut sekaligus mengakhiri penyelidikan kasus ini di ranah hukum. Polisi memfasilitasi pemberangkatan jenazah korban ke kampung halamannya di Banyuwangi.

“Keluarga korban sudah menandatangani surat pernyataan penolakan autopsi dan tidak melanjutkan kasus ke proses hukum lebih lanjut,” tutupnya. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI