JEMBRANA, MediaBaliNews – Diperkirakan lantaran adanya pengantian pengurus Sekaa Truna (ST) yang menjadi penghambat, puluhan ST tidak mendaftarkan sebagai penerima dana apresiasi atau dana subsidi pembuatan ogoh-ogoh pada Hari Raya Nyepi tahun Saka 1946 di Kabupaten Jembrana.
Menurut informasi, pendaftaran penerimaan dana apresiasi atau subsidi ini telah dilakukan masing-masing ST melalui online. Pendaftaran tersebut juga telah resmi ditutup pada 4 Februari 2024 kemarin.
Kemudian, hingga saat pendaftaran resmi ditutup, terdata sebanyak 221 ST di Jembrana telah mendaftarkan diri sebagai penerima dana apresiasi atau subsidi pembuatan ogoh-ogoh. Sedangkan, kuota yang disediakan pemerintah yakni 284 STT.
Saat dikonfirmasi, Kabid Kebudayaan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana, I Gede Suartana mengatakan, hingga hari terakhir masa pendaftaran, masih kurang sebanyak 63 ST dari kouta yang disediakan sebanyak 284 ST.
“Hingga hari penutupan kemarin, ada 221 ST yang mendaftar sebagai penerima dana apresiasi untuk membantu biaya ogoh-ogoh. Selanjutnya kita verifikasi,” ungkap Kabid Kebudayaan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana, I Gede Suartana saat dikonfirmasi melalui Whatsapp, Senin (5/2).
Menurutnya, jumlah tersebut masih jauh dari total kuota yang disediakan yakni sebanyak 284 ST. Padahal, masing-masing ST yang mendaftar bakal diverifikasi untuk menerima dana apresiasi senilai Rp. 2,5 Juta per ST. Sehingga gelontoran dana akan menjadi Silpa.
Sementara untuk target pencairannya adalah tergantung pada administrasi dan rencananya pertengahan Februari 2024 sudah cair.
“Alasannya, ya mungkin karena ada pergantian pengurus, ada administrasi atau buku tabungan yang mati dan lain sebagainya,” terangnya.
Setelah proses dana apresiasi serangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1946 ini akan dilaksanakan proses penilaian. Penilaian tingkat kecamatan akan diwakili oleh 5 ogoh-ogoh. Selanjutnya, tiga terbaik di Kecamatan akan dinilai pada pameran ogoh-ogoh di Twin Tower Kota Negara pada Hari Pangrupukan atau sehari sebelum Hari Suci Nyepi. Mereka yang tampil berhak menerima tambahan yakni dana pementasan senilai Rp2 Juta untuk 15 perwakilan seluruh Jembrana.
Selain dana apresiasi dan dana pementasan, Juara 1 akan diberikan hadiah senilai Rp. 15 Juta, juara 2 hadiah Rp. 12 Juta, Juara 3 hadiah Rp. 10 Juta, serta harapan 1 dan 2 masing-masing diberikan hadiah Rp. 7 Juta.
Disinggung mengenai tahapan penilaian, pihaknya mengaku telah membentuk tim penilaian di Kecamatan dan Kabupaten. Untuk Kecamatan akan dilakukan penilaian di seluruh peserta untuk memilih tiga terbaik dan berhak tampil di kabupaten. Lomba ogoh-ogoh dengan format penilaian fisik ogoh-ogoh sesuai kriteria yang sudah ditentukan.
“Jadi ada tiga perwakilan dari masing-masing di Kecamatan nanti untuk pameran di Twin Tower,” bebernya.
Menurutnya, ada dua hal mendasar yang menyebabkan pementasan diganti dengan pameran. Yakni untuk menjaga stabilitas keamanan karena tahun politik. Kemudian Hari Pangrupukan bertepatan dengan Hari Umanis Kuningan sehingga Krama dipastikan sedang sibuk melaksanakan kegiatan keagamaan.
“Tapi meskipun tidak dipentaskan, kita tetap laksanakan dengan format ogoh-ogoh hanya dipajang dan kemudian dinilai. Jadi masyarakat nanti bisa melihat atau menonton karya Sekaa Truna,” pungkasnya. (gsn/mbn)


























