Wednesday, April 22, 2026
Wednesday, April 22, 2026

Subak Spirit Festival 2024: Merawat Kearifan Lokal dan Ketahanan Pangan di Bali

TABANAN, MediaBaliNews – Subak Spirit Festival 2024, yang diinisiasi oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, berhasil menghidupkan kembali tradisi budaya pertanian dan kearifan lokal di Bali. Festival yang berlangsung selama dua hari di Subak Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, ini dibuka langsung oleh Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha, pada Sabtu (9/11/2024).

Hari kedua festival, Minggu (10/11/2024), diramaikan dengan berbagai kegiatan menarik, mulai dari lokakarya kreatif, pertunjukan budaya, hingga kolaborasi artistik. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah lokakarya pembuatan Lelakut, orang-orangan sawah tradisional, dan Sunari, buluh bambu panjang yang dilubangi dan diisikan daun kelapa.

Lokakarya ini sukses menarik minat banyak peserta, terutama generasi muda yang ingin mengenal dan mendalami kearifan lokal. Mereka diajak untuk merasakan langsung bagaimana nilai-nilai leluhur tertanam dalam berbagai tradisi budaya yang berkaitan dengan Subak.

Nengah Darmikayasa (50), salah seorang petani di Subak Jatiluwih yang terlibat dalam lokakarya pembuatan Lelakut, menjelaskan bahwa tradisi penggunaan Lelakut untuk mengusir hama burung masih dijaga oleh sebagian besar petani di Jatiluwih.

“Lelakut ini dibuat dari ilalang kering dan kepala kelapa tua,” ujar Darmikayasa. “Pembuatannya memerlukan keterampilan khusus, terutama dalam membuat kepala yang mirip manusia, dan proses pemasangannya pun harus dilakukan pada hari baik menurut kepercayaan setempat.”

Darmikayasa berharap Subak Spirit Festival dapat melestarikan dan memperkenalkan tradisi budaya pertanian kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Melalui kegiatan ini, Subak Spirit Festival 2024 menekankan dukungan Bali terhadap program ketahanan pangan berkelanjutan. Sistem Subak yang menjadi inti dari festival ini, dengan praktik pertanian tradisional dan sistem irigasinya, menunjukkan pentingnya pendekatan pembangunan yang seimbang, yang mengutamakan pelestarian ekologi, kesinambungan budaya, dan ketahanan pangan. (ang/mbn)

Baca Juga :  Wabup Ipat Pastikan Persediaan Beras Aman Hingga Akhir Tahun 2023
BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI