Monday, June 1, 2026
Monday, June 1, 2026

Seorang Kernet Truk Tewas di Pekutatan, Ini Penyebabnya

JEMBRANA, MediaBaliNews – Naas, sebuah insiden yang terjadi di parkir Rumah Makan Cak Unus, Jalan Denpasar–Gilimanuk, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana mengakibatkan seorang kernet truk asal Blitar tewas, Selasa (2/12).

Menurut informasi, seorang kernet truk bernama Bayu Irawan (22) asal Kabupaten Blitar meninggal dunia setelah diduga terkena lontaran kayu yang digunakan sebagai ganjalan saat proses mendorong truk.

Peristiwa bermula sekitar pukul 09.30 Wita, ketika sebuah kendaraan truk nopol AG 9755 RM yang dikemudikan Antok Prasetyo (30) mengalami kendala karena ban belakang kanan terperosok ke lumpur.

Meski sopir telah meminta korban menunggu bantuan derek, korban memilih mencari pertolongan dari sopir truk lain di lokasi, yakni Sayuri (32).

Saat saksi memundurkan truknya untuk membantu, korban terlihat mengganjal bagian belakang truk menggunakan potongan kayu agar kendaraan bisa didorong.

Namun saat manuver dilakukan, kendaraan tidak bergerak sehingga saksi curiga ada hambatan. Setelah diperiksa, korban ditemukan telungkup di bawah bak truk dalam kondisi luka parah, diduga akibat terpentalnya kayu ganjal yang mengenai tubuhnya.

Kasi Humas Polres Jembrana, Ipda I Putu Budi Arnaya membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, korban sempat dilarikan ke Puskesmas II Pekutatan, namun tidak dapat diselamatkan.

“Personel Polsek Pekutatan sudah melakukan olah TKP dan memeriksa para saksi. Dari hasil pemeriksaan awal, insiden ini diduga murni kecelakaan kerja saat proses pemindahan kendaraan,” ungkapnya.

Tim Identifikasi Polres Jembrana menemukan sejumlah barang bukti di sekitar lokasi, termasuk bercak darah, sandal jepit, topi, serpihan daging, serta kayu sepanjang sekitar 85 centimeter yang diduga terpental saat kejadian. Dua truk berada dalam posisi saling membelakangi dengan jarak sekitar 120 centimeter ketika pemeriksaan dilakukan.

Baca Juga :  44 Ribu Pemudik Tinggalkan Bali Pertanggal 15 April Kemarin

Dalam kesempatan tersebut, Ipda Budi Arnaya mengingatkan pentingnya prosedur keselamatan kerja dalam kegiatan perbaikan maupun pemindahan kendaraan.

“Penggunaan alat bantu harus dilakukan dengan tepat agar tidak menimbulkan risiko lebih besar. Keselamatan kru dan pengemudi harus menjadi prioritas,” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI