TABANAN, MediaBaliNews – Kepolisian Resor Tabanan resmi memulai operasi kewilayahan untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas masyarakat di wilayah hukum Kabupaten Tabanan.
Wakapolres Tabanan Kompol I Gede Made Surya Atmaja memimpin langsung apel gelar pasukan tersebut di Lapangan Tathya Dharaka. Kegiatan ini bertujuan memastikan keamanan dan ketertiban jalan raya tetap kondusif menjelang perhelatan besar Operasi Ketupat Agung mendatang.
“Lalu lintas merupakan urat nadi perekonomian sekaligus penunjang utama pariwisata berkualitas di Pulau Dewata yang sangat kita cintai ini,” ujar Kompol I Gede Made Surya Atmaja saat membacakan amanat Kapolda Bali, Senin, (2/2).
Kepolisian mencatat adanya peningkatan angka pelanggaran lalu lintas sepanjang tahun 2025 yang beriringan dengan kenaikan kasus kecelakaan. Lonjakan angka kecelakaan sebesar dua persen menjadi perhatian serius karena berdampak buruk bagi citra pariwisata internasional di Bali. Petugas akan menitikberatkan pengawasan pada perilaku pengendara yang berpotensi menyebabkan fatalitas korban jiwa di jalan raya.
“Kondisi peningkatan angka kecelakaan ini tidak boleh kita anggap sebagai hal biasa karena menyangkut nyawa manusia dan kerugian material,” katanya.
Operasi Keselamatan Agung 2026 ini akan berlangsung selama empat belas hari mulai tanggal dua hingga lima belas Februari. Sebanyak 1.492 personel gabungan dari Polda Bali dan jajaran Polres dikerahkan untuk menyukseskan agenda penting skala provinsi ini. Aparat mengedepankan upaya pre-emtif dan preventif secara humanis guna menggugah kesadaran masyarakat lokal maupun wisatawan asing.
“Polda Bali dan jajaran akan melaksanakan operasi kewilayahan ini untuk meningkatkan disiplin serta kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas secara total,” ucap Surya.
Sasaran utama operasi meliputi pengendara tanpa helm, penggunaan ponsel saat mengemudi, hingga warga yang berkendara di bawah pengaruh alkohol. Petugas juga akan menindak pelanggar sabuk pengamanan dan perilaku ugal-ugalan lainnya yang membahayakan keselamatan pengguna jalan lain. Penegakan hukum dalam operasi ini tetap mengedepankan sistem elektronik atau E-TLE demi menjaga profesionalisme anggota di lapangan.
“Kami pastikan penindakan pelanggaran hanya dilakukan melalui mekanisme E-TLE statis maupun mobile serta pemberian blangko teguran bagi para pelanggar,” tutur perwira dengan melati satu tersebut.
Polres Tabanan turut menggandeng instansi terkait seperti TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, hingga Jasa Raharja dalam pelaksanaan teknis operasi. Sinergitas antar lembaga ini menjadi kunci utama untuk mewujudkan kamseltibcarlantas yang aman dan nyaman bagi seluruh warga. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari persiapan pengamanan arus mudik Hari Raya Idul Fitri pada Maret mendatang.
“Kami memohon dukungan serta kerja sama dari segenap instansi terkait maupun seluruh lapisan masyarakat untuk menyukseskan pelaksanaan operasi ini,” ujar Surya menutup arahannya. (ang/mbn)






















