TABANAN, MediaBaliNews – Barisan evakuasi lintas instansi memacu proses penelusuran seorang anak yang tersapu ombak pantai. Gulungan ombak besar mendadak mengempas tubuh ringkih itu tatkala asyik menceburkan diri bersama rekannya. Remaja malang yang mendiami wilayah Banjar Jambe Baleran tersebut teridentifikasi sebagai I Komang Sastra.
“Kami mengutus regu penolong menuju area musibah usai menerima sinyal darurat dari kolega kebencanaan,” tutur Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya.
Petaka bermula waktu dua anak melangkah menuju wilayah perairan tersebut sekitar pukul 15.30 Wita. Mereka langsung berkejaran menerjang ombak dangkal tanpa menyadari bahaya arus bawah laut yang mengintai. Arus kuat mendadak menarik tubuh korban ke area tengah laut yang dalam secara cepat.
“Rekan korban berupaya keras memegang jemari kawannya namun cengkeraman terlepas akibat kuatnya tarikan air,” ujar Sidakarya mengutip saksi.
Saksi selamat segera mengayuh lengan sekuat tenaga demi mencapai dataran pasir yang aman. Anak yang dirundung kepanikan tersebut lantas berteriak meminta pertolongan kepada warga yang melintas. Kabar mengenai kecelakaan laut ini kemudian diteruskan secara berantai ke pos kedaruratan daerah.
“Petugas langsung merumuskan koordinasi taktis bersama kerabat dekat korban untuk memetakan radius penyisiran awal,” jelas Sidakarya lebih lanjut.
Satuan penolong segera membagi kekuatan menjadi beberapa elemen regu di area pesisir. Petugas menyusuri tepian pasir ke arah barat hingga menjangkau jarak sejauh 1,5 kilometer. Aktivitas pengamatan pada malam hari tersebut bergulir ketat hingga terpaksa berhenti pukul 23.35 Wita.
“Operasi pada malam pertama kami batasi karena kendala jarak pandang yang sangat gelap di lokasi,” aku Sidakarya. Otoritas gabungan kembali mematangkan strategi penelusuran pada keesokan harinya yaitu Jumat pagi 29/5/2026. Armada perahu karet mulai membelah ombak guna memantau area perairan laut secara visual. Personel darat juga berjalan kaki meneliti setiap jengkel celah karang di sepanjang pantai.
“Hari kedua operasi SAR kami tim SAR gabungan memperluas area pencarian di sekitar lokasi kejadian,” kata Sidakarya memaparkan perkembangan terbaru.
Sebanyak 10 personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tabanan bersiaga penuh di lokasi. Ditpolair Polres Tabanan turut mengerahkan sebanyak 8 personel taktis untuk menyisir perairan dalam. Anggota TNI Koramil bersama aparatur kecamatan setempat juga ikut mempertebal barisan pencarian korban.
“Kami memaksimalkan seluruh elemen yang tersedia agar proses penemuan tubuh korban bisa berjalan efektif,” pungkas Sidakarya. (ang/mbn)






















