MANGUPURA, MediaBaliNews – Warga negara asing asal Belanda menjadi korban penganiayaan berat di kawasan wisata Kuta Utara pada Senin (23/3/2026) malam kemarin.
Korban berinisial RP ditemukan tergeletak bersimbah darah di depan pintu masuk Villa Amira Nomor 1, Banjar Anyar Kelod, Kerobokan, Kuta Utara, Badung. Kejadian tragis ini bermula saat korban bersama kekasihnya sedang berjalan kaki menuju penginapan mereka sebelum dihadang dua pelaku.
Aparat Kepolisian Resor Badung sedang memburu dua pria misterius yang diduga membunuh warga negara Belanda di Kerobokan. Korban berinisial RP mendapatkan serangan senjata tajam secara membabi buta. Peristiwa berdarah ini terjadi tepat di depan pintu masuk Villa korban.
“Petugas sedang mengidentifikasi dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor matic hitam di sekitar lokasi kejadian,” kata Kasubsi Penmas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti membenarkan kejadian itu.
Saksi PI, kekasih korban, melihat dua pria tersebut berputar arah secara mencurigakan saat korban sedang berjalan kaki. Salah satu pelaku mengenakan jaket operator ojek online sementara rekannya memakai baju kaos berwarna oranye terang. Para pelaku langsung menghujamkan pisau ke arah tubuh korban hingga pria berusia 49 tahun itu tersungkur.
“Saksi sempat melihat pelaku memasuki area villa namun mereka segera keluar lagi untuk melanjutkan penusukan,” ujar Aiptu Ayu saat menjelaskan kronologi kejadian mengerikan tersebut.
Warga yang sedang melakukan persembahyangan sempat mendengar teriakan minta tolong dari arah tempat kejadian perkara. Saksi KPTAP melihat kedua pelaku melarikan diri menggunakan motor Vario hitam dengan membawa sebilah pisau panjang. Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit BIMC dalam kondisi tidak sadarkan diri akibat luka yang sangat parah.
“Tim medis menyatakan korban meninggal dunia pada pukul 23.29 WITA karena kehilangan terlalu banyak darah segar,” tutur Aiptu Ayu mengenai kondisi terakhir korban di rumah sakit.
Petugas identifikasi menemukan barang bukti berupa satu buah mata pisau yang terlepas dari gagangnya di lantai. Polisi juga mengamankan kacamata, telepon genggam, serta sepasang sandal milik korban yang tercecer di sekitar genangan darah. Saat ini tim penyidik tengah mengumpulkan rekaman kamera pengawas dari rumah warga di sepanjang jalur pelarian pelaku.
“Kami terus melakukan pengembangan penyelidikan untuk mengungkap identitas serta motif tersembunyi dari para terduga pelaku,” bebernya. (ang/mbn)






















