JEMBRANA, MediaBaliNews – Seorang lansia berinisial GNKS (68) tewas gantung diri diduga depresi akibat sakit yang diderita sejak lama. Ia mengakhiri hidup di belakang rumahnya di Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo, Jembrana.
“Berdasarkan keterangan keluarga, korban GNKS sering mengeluh sakit perut bahkan sampai bengkak dan sakit kepala bertahun-tahun, sehingga membuat korban depresi dan nekad mengakhiri hidupnya,”kata Kapolsek Mendoyo, Kompol I Putu Suarmadi, Kamis (8/6).
Suarmadi mengatakan peristiwa gantung diri tersebut diketahui pertama kali oleh KM (42) yang merupakan menantu korban. Sekira pukul 12.30 Wita, KM yang saat itu tengah menjahit pakaian di teras rumahnya melihat korban GNKS sedang mengiris batang pohon pisang untuk ternak babinya.
“Korban GNKS saat itu mengatakan ingin bunuh diri, karena sering mengatakan hal yang sama, menatunya tidak menganggapi dengan serius ucapan korban,” ungkapnya.
Sekirat pukul 13.30 Wita, lanjut Suarmadi, KM mendengar teriakan “Selamat Tinggal” dari korban dan diikuti suara seperti ada sesuatu yang jatuh. Merasa curiga, KM lantas mengecek kebelakang rumah dan mendapati korban sudah tergantung di pohon jambu.
“KM lantas bergegas memotong selendang yang digunakan korban untuk gantung diri sehingga korban jatuh ke tanah. KM kemudian berteriak meminta tolong kepada tetangga untuk membantu mengangkat korban ke rumah,”ucapnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dari tim dokter Puskesmas Mendoyo dan Tim Inafis Polres Jembrana, dalam tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban murni mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pohon jambu air.
âAtas peristiwa tersebut, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban. Pihak keluarga menerima dengan iklash atas meninggalnya korban,â tandas Suarmadi. (gsn/mbn)






















