JEMBRANA, MediaBaliNews ā Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Jembrana memberikan pendampingan terhadap seorang pelajar SMP berusia 14 tahun, berinisial POM, yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum Kepala Lingkungan (Kaling) di wilayah Jembrana.
Kasus dugaan penganiayaan ini kini tengah dalam proses pendalaman oleh pihak kepolisian Polres Jembrana, dengan memeriksa sejumlah saksi untuk memperjelas kronologi peristiwa.
Kepala UPTD PPA Jembrana, Ida Ayu Sri Utami Dewi mengatakan, pihaknya telah memberikan pendampingan terhadap korban, baik dari sisi psikologis maupun sosial. Pendampingan dilakukan di tempat korban bersekolah pada Senin (6/10) kemarin.
āSecara psikis korban stabil, diajak bicara lancar, berinteraksi baik, sudah bersekolah seperti biasa, dan tidak ada perasaan gelisah atau takut,ā ungkapnya saat dikonfirmasi, Selasa (7/10/2025).
Lebih lanjut, Sri Utami menjelaskan bahwa kondisi fisik korban masih menunjukkan bekas luka akibat terjatuh, namun tidak ditemukan luka lain yang mengindikasikan kekerasan berat.
āKondisi anaknya sudah stabil, di rumah juga sudah berinteraksi seperti biasa,ā pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kasus dugaan penganiayaan dan perundungan anak mengguncang warga Jembrana. Seorang siswa SMP berusia 14 tahun, berinisial POM, diduga menjadi korban kekerasan oleh seorang oknum kepala lingkungan (Kaling).
Peristiwa yang terjadi pada Sabtu malam 27 September 2025 lalu di Desa Batuagung ini terekam CCTV dan videonya bahkan sempat beredar luas di WhatsApp. Kasus pun langsung dilaporkan ke Polres Jembrana. (gsn/mbn)






















