Friday, June 5, 2026
Friday, June 5, 2026

Stabilkan Harga Bawang, Bupati dan Wakil Bupati Jembrana Panen Perdana Bawang Merah Organik

JEMBRANA, MediaBaliNews – Sebagai langkah untuk mengendalikan inflasi, Bupati dan Wakil Bupati Jembrana melaksanakan panen perdana bawang merah organik di Subak Telepus, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Senin (10/3/2025).

Selain Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati Jembrana, IGN Patriana Krisna, kegiatan panen bawang merah organik tersebut juga dihadiri Anggota DPRD Jembrana, Owner PT. Dasa Vayu Alam Sari, Budi S. Prasetyo berserta para investor, KWT (Kelompok Wanita Tani) serta para petani setempat.

Saat ditemui dilokasi, Bupati Kembang mengatakan, kondisi alam yang ada di Kabupaten Jembrana sangat luar biasa. Hal tersebut lantaran bawang merah organik ini sukses dipanen.

“Dari sini kita bisa melihat kedepan bawang merah organik bisa di kembangkan di jembrana. Mudah-mudahan para petani bisa termotivasi atas capaian hari ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Bupati Kembang, dengan produksi bawang organik hari ini merupakan bagian dari upaya mengendalikan inflasi khususnya harga kebutuhan pokok di Jembrana.

“Saya kira harga bawang akan normal di kabupaten jembrana. Terima kasih kepada PT. Dasa Vayu Alam Sari yang sudah memberikan motivasi kepada masyarakat di Jembrana, ini luar biasa,” ujarnya.

Sementara itu, Owner PT. Dasa Vayu Alam Sari, Budi S. Prasetyo menekankan, program pengembangan bawang organik ini sudah di diskusikan sejak awal bersama bupati dan wakil bupati jembrana setelah ditetapkan sebagai pemenang Pilkada lalu.

“Mungkin ada yang berpikir, kan pak bupati dan pak wabup baru dilantik bulan lalu, kok sekarang sudah panen, ajaib sekali. Ini tidak ajaib, melainkan sudah didiskusikan sejak lama, ” terangnya.

Kemudian, Budi menjelaskan, dari segi kuliatas bawang merah organik saat ini masih belum sepenuhnya berhasil. Mengingat, pengolahan lahan sebelumnya masih terdapat pupuk kimia dan kini beralih ke 100 persen organik.

Baca Juga :  Apes, Seorang Pengendara Motor Asal Jember Tabrak Pohon Tumbang di Mendoyo

“Jadi sama sekali kita tidak menggunakan bahan kimia, pun pestisidanya juga dari bahan organik. Bulan desember kita olah lahan, januari mulai menanam. Kita tahu masa perkembangan bawang merah itu 60 hari, jadi sangat masuk akal kita lakukan panen hari ini,” bebernya.

Dari segi jualnya, kata Budi, bawang organik dipasaran berkisar Rp. 35 Ribu sampai Rp. 40 Ribu perkilo. Kemudian, pada siklus pertama ini jika di skalakan bawang organik dengan proses yang baru mampu menghasilkan 16,6 ton per-hektar.

“Harapannya nanti pada siklus kedua, setelah kita lakukan perbaikan tanah, terus kemudian pupuk organik yang mengandung mikroba berjalan baik, tanahnya semakin baik produktivitasnya bisa menyentuh angka 20 ton,” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI