JEMBRANA, MediaBaliNews – Sebagai pintu gerbang masuk Bali, wilayah Gilimanuk menjadi perhatian serius dalam upaya pencegahan HIV/AIDS. Untuk itu, tim gabungan melaksanakan skrining kesehatan terhadap pekerja hiburan malam di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana.
Kegiatan ini dipimpin Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana dan didampingi tim medis dari Puskesmas II Melaya yang dilaksanakan pada Senin 1 September 2025 kemarin.
Menurut Tony, upaya ini merupakan langkah antisipasi agar kasus HIV/AIDS tidak melonjak di wilayah perbatasan.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mengantisipasi lonjakan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Jembrana, terutama di Kelurahan Gilimanuk,” ungkapnya, Selasa (2/9).
Selain HIV/AIDS, skrining juga mencakup deteksi penyakit menular lainnya seperti TBC. Tim medis melakukan pengecekan darah, termasuk tes VCT (Voluntary Counselling and Testing).
Di Kelurahan Gilimanuk sendiri terdapat tiga tempat hiburan malam yang masih beroperasi. Dalam dua hari terakhir, sebanyak 22 karyawan hiburan malam sudah menjalani pemeriksaan kesehatan.
“Kemarin kami memeriksa sembilan orang di satu tempat dan tujuh orang di tempat lainnya. Hari ini, enam orang diperiksa,” jelas Tony.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jembrana, I Gede Ambara Putra menyebutkan, dalam setahun terakhir tercatat 48 kasus baru HIV/AIDS di Jembrana.
Dengan tambahan ini, jumlah kumulatif orang dengan HIV (ODHIV) yang masih hidup mencapai 632 orang, dimana 529 di antaranya atau 84 persen telah menjalani pengobatan.
“Sebagian besar sudah mendapatkan penanganan medis,” terangnya.
Ambara menambahkan, upaya menekan kasus HIV/AIDS harus dilakukan melalui sosialisasi menyeluruh ke berbagai lapisan masyarakat, mulai dari siswa, pemuda, hingga kelompok berisiko. Saat ini, tersedia 15 layanan tes HIV di Jembrana, yang terdiri atas 10 puskesmas, 4 rumah sakit, dan 1 klinik.
“Dengan akses layanan yang dekat, kasus dapat lebih cepat terdeteksi dan ditangani,” pungkasnya. (gsn/mbn)






















