JEMBRANA, MediaBaliNews – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda Kabupaten Jembrana beberapa hari kemarin mengakibatkan sejumlah banjir bandang dan tanah longsor, tercatat sebanyak ribuan KK terdampak, Kamis (11/9/2025).
Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana mencatat, sejak hujan deras dengan intensitas tinggi sejak 8 September hingga 10 September 2025 kemarin mengakibatkan sedikitnya 3.849 kepala keluarga (KK) terdampak di lima kecamatan.
Kecamatan yang terdampak meliputi Melaya, Negara, Jembrana, Mendoyo, dan Pekutatan dengan total 48 titik bencana. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya merendam ribuan rumah, namun juga merusak fasilitas umum, lahan pertanian, tambak perikanan, hingga memutus akses jalan desa.
Dalam dua warga meninggal dunia akibat bencana ini. Seorang pria bernama Komang Oka warga Desa Dangintukadaya tewas tersengat listrik saat banjir, sementara seorang perempuan bernama Nita Kumalasari warga Desa Pengambengan meninggal akibat terseret arus.
Kalaks BPBD Jembrana, Putu Agus Artana Putra mengatakan, di Kecamatan Jembrana banjir terjadi di Desa Yehkuning menyebabkan 500 KK terdampak, dengan 25 warga terpaksa mengungsi ke balai desa dan balai banjar setempat. Selain itu, ratusan ternak dan ayam milik warga hanyut, beberapa rumah rusak, hingga lahan tambak seluas 11 hektare tenggelam.
Sementara di Kecamatan Negara, banjir di Desa Kaliakah menyebabkan 550 KK terdampak, dan di Kelurahan Loloan Barat, ratusan warga terpaksa mengungsi ke mushola-mushola setempat.
“Kecamatan Mendoyo juga cukup parah, dengan 400 KK terdampak di Banjar Tengah, Desa Mendoyo Dauh Tukad. Tanah longsor juga terjadi di Desa Yehembang dan Desa Penyaringan yang menutup akses jalan desa,” ungkapnya.
Dengan adanya sejumlah bencana tersebut, BPBD Jembrana bersama TNI, Polri, dan masyarakat telah mendirikan posko tanggap darurat, dapur umum, dan melakukan evakuasi warga. Bantuan logistik berupa sembako, air bersih, serta obat-obatan mulai disalurkan ke pengungsian. Alat berat juga diturunkan untuk membersihkan material longsor.
Lebih lanjut, kata Agus Artana, pihaknya terus melakukan asesmen di lapangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk percepatan pemulihan.
“Kami fokus pada evakuasi, penyaluran bantuan logistik, dan pemulihan infrastruktur yang terdampak. Masyarakat diminta tetap waspada karena prakiraan cuaca BMKG menunjukkan potensi hujan masih terjadi dalam tiga hari ke depan,” pungkasnya. (gsn/mbn)






















