Friday, June 12, 2026
Friday, June 12, 2026

Keterbatasan Armada Jadi Kendala Pengangkutan Sampah di TPS3R Baluk Lestari

JEMBRANA, MediaBaliNews – Pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dilakukan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) Baluk Lestari di Desa Baluk, Kecamatan Negara, terus berjalan sejak berdiri pada tahun 2018. Namun, di balik upaya menjaga kebersihan lingkungan desa, pengelola masih menghadapi kendala utama pada armada pengangkutan.

Bangunan TPS3R seluas sekitar 12 meter x 15 meter yang dibangun dengan dana desa ini mempekerjakan sebanyak lima orang pekerja, termasuk pengurus.

Sistem pengelolaan dilakukan dengan memisahkan antara sampah organik dan anorganik. Sampah organik akan difermentasi sebelum diolah menjadi pupuk kompos, sementara sampah plastik dan jenis lain yang tidak bisa diolah langsung dikirim ke TPA Peh, Kaliakah.

Seksi Produksi TPS3R Baluk Lestari, I Ketut Arimbawa, atas seizin Ketua Pengurus Ni Kadek Dwi Ariastuti, mengatakan bahwa sampah yang masuk setiap hari rata-rata mencapai 1 hingga 1,5 ton.

Kemudian, pengangkutan dilakukan secara terjadwal dari masyarakat, sekolah, perumahan BTN, yang berada dilima banjar di Desa Baluk. Saat ini, TPS3R memiliki sekitar sebanyak 140 pelanggan.

“Sampah dari masyarakat kami pilah di sini. Sampah organik dijadikan kompos, lalu dijual kembali ke masyarakat. Hasil penjualannya masuk ke kas TPS3R untuk mendukung operasional,” ungkap Ketut Arimbawa saat ditemui, Selasa (21/10/2025).

Sementara, sistem penggajian yang diterima petugas sebesar Rp. 1 Juta perbulan melalui kontrak Desa. Meski dengan fasilitas dan pendanaan terbatas, para petugas tetap berupaya maksimal menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari rumah.

Meskipun kegiatan berjalan lancar, pihaknya mengaku terbatas dalam hal armada. Saat ini, TPS3R hanya memiliki dua unit kendaraan viar, namun satu di antaranya dalam kondisi rusak, sehingga hanya satu unit yang beroperasi untuk mengangkut sampah dari seluruh wilayah pelayanan.

Baca Juga :  Diduga Usai Wik-wik dengan WIL, Pria Paruh Baya Tewas

Keberadaan TPS3R Baluk Lestari menjadi bukti nyata bahwa program pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat berjalan dengan baik, meski masih memerlukan dukungan tambahan dari pemerintah, terutama dalam hal sarana transportasi dan penambahan tenaga kerja agar pengelolaan sampah semakin optimal.

“Kalau bisa, kami harap ada tambahan armada, kalau ada minimal mobil angkut. Viar yang sekarang tidak kuat membawa sampah dalam volume besar, jadi pengangkutannya terbatas,” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI