Wednesday, April 22, 2026
Wednesday, April 22, 2026

Jenazah Nelayan Banyuwangi Ditemukan Terdampar di Pantai Pebuahan

JEMBRANA, MediaBaliNews – Jenazah seorang nelayan asal Banyuwangi ditemukan terdampar di Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Sabtu (7/1/2023) malam. Jenazah tersebut diduga terbawa arus gelombang pasang laut, hingga terdampar di pantai Pebuahan.

Dari pantauan MediaBaliNews, tampak puluhan warga ramai mendatangi lokasi penemuan jenazah seorang nelayan terdampar di pinggir pantai. Adapun jenazah tersebut, berada diatas perahu dan pertama kali dilihat oleh warga bernama Hariadi (27), asal Banjar Pebuahan, sekitar pukul 20.00 WITA.

Saat itu, ia sedang mancing di pinggir pantai. Kemudian kaget melihat perahu fiber tanpa lampu dan mati mesin terombang ambing dihempas ombak. “Lagi mancing, memang fiber (perahu) itu sudah kampih (terdampar) dihempas ombak itu,” ungkap Hariadi, ditemui MediaBaliNews di lokasi, Sabtu (7/1/2023).

Karena situasi gelap dan perahu tersebut terombang-ambing dihempas ombak, ia kemudian memanggil warga lain untuk diajak membantu menarik perahu ke pinggir pantai. Meski saat itu, belum melihat jelas diatas perahu tersebut ada sesosok jenazah.

“Saya memanggil masyarakat sini, untuk bantu naikan fiber (perahu) ke pinggir. Saya belum tahu kalau ada jenazah,” ujarnya.

Setelah dipinggir, barulah terlihat diatas perahu ada sesosok jenazah. Saat ditemukan, jenazah tersebut dalam posisi terbaring menengadah, dengan kedua kaki melipat kebelakang, seperti saat duduk. Korban mengenakan baju kaos loreng lengan panjang dan celana panjang warna biru. “Ya baru lihat orangnya sudah meninggal,” ucapnya.

Di lokasi yang sama, Kasat Polairud Polres Jembrana AKP I Putu Raka Wiratma menjelaskan, jenazah yang ditemukan terdampar di bibir pantai Pebuahan, bernama Businal (60), asal Muncar, Banyuwangi. Diduga terdampar akibat terbawa arus gelombang pasang laut, hingga menepi di pinggir pantai.

Baca Juga :  Bupati Jembrana Bantu Dana Kreativitas Seni Ogoh Ogoh Sekaa Teruna Sambut Hari Raya Nyepi

“Perahu korban menepi dengan sendirinya, mesin dalam keadaan mati, lampu mati. Menepi ke pinggir pantai dan ditemukan oleh warga yang sedang mancing dalam keadaan meninggal,” jelasnya.

AKP Raka Wiratma juga menambahkan, dugaan awal korban meninggal, karena mengalami penyakit bawaan. Saat ini, jenazah korban sudah dibawa ke RSU Negara guna dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

“Ini sementara, korban diperkirakan mengalami suatu penyakit bawaan. Karena juga korban di dalam perahu ditemukan sendirian,” pungkasnya. (cak/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI