Wednesday, April 29, 2026
Wednesday, April 29, 2026

Tim SAR Gabungan Temukan Korban Hilang di Pantai Kelingking Nusa Penida

KLUNGKUNG, MediaBaliNews – Operasi kemanusiaan tim penyelamat gabungan untuk mencari warga Desa Bunga Mekar yang hilang akhirnya resmi berakhir. Tim SAR menemukan tubuh Nyoman Rame dalam kondisi sudah meninggal dunia pada Jumat malam di perairan laut Bali.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang setelah terhempas ombak besar saat sedang memancing bersama anaknya di atas tebing tinggi.

“Kami menerima informasi dari warga bahwa korban mengapung tidak jauh dari lokasi kejadian pada pukul lima lewat lima puluh menit sore,” kata Koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida, Cakra Negara, memberikan konfirmasi resmi kepada awak media, Sabtu (25/4/2026).

Seluruh personel penyelamat memulai penyisiran sejak pagi buta dengan membagi area pencarian menjadi beberapa sektor strategis. Tim menggunakan kapal cepat RIB 05 Denpasar untuk membelah ombak dari Pelabuhan Sampalan menuju lokasi titik hilangnya korban. Petugas melakukan pemantauan visual secara mendalam pada setiap sudut garis pantai yang memiliki medan sangat terjal tersebut.

“Seluruh personel melaksanakan briefing dan pembagian area pencarian serta penyampaian rencana pergerakan tim sejak pukul enam pagi hari tadi,” ujar Cakra Negara menjelaskan prosedur awal operasi pencarian di lapangan.

Pencarian tahap pertama yang berlangsung hingga siang hari ternyata belum membuahkan hasil signifikan bagi tim penyelamat gabungan. Petugas kemudian memutuskan untuk merapat sejenak di Jungut Batu guna menyusun ulang strategi operasional yang lebih efektif. Gelombang tinggi dan angin kencang menjadi tantangan utama yang menghambat pergerakan kapal pencari di tengah laut lepas.

“Upaya pencarian oleh tim penyelamat sempat menghadapi kendala berupa akses penyisiran sulit serta kondisi gelombang tinggi dan ombak pecah,” tutur Cakra Negara mengenai rintangan alam yang mereka hadapi selama proses evakuasi.

Baca Juga :  Perayaan Tumpek Klurut, Wabup Ipat : Otonan Gamelan dan Kasih Sayang Sesama

Petugas kemudian melanjutkan penyisiran tahap kedua mulai pukul dua siang dengan menyisir area perairan yang lebih luas lagi. Tim pengamat darat juga tetap bersiaga memantau pergerakan arus air laut dari atas tebing tinggi untuk mencari tanda keberadaan korban. Namun hingga sore hari belum ada titik terang mengenai posisi pasti pria berusia empat puluh sembilan tahun tersebut.

“Tim SAR gabungan menggunakan kapal RIB kosong lima Denpasar bergerak dari Pelabuhan Sampalan untuk melaksanakan penyisiran sorty pertama di perairan tersebut,” ucap Cakra Negara merinci alur teknis pergerakan armada laut mereka.

Setelah menerima laporan warga sekitar petang hari, petugas segera memacu kapal menuju titik koordinat yang telah diinformasikan sebelumnya. Tim akhirnya berhasil mengangkat jasad korban pada posisi delapan ratus meter lebih dari lokasi awal mula kejadian tragis itu. Petugas medis langsung membawa jenazah menuju Rumah Sakit Gema Santi menggunakan ambulans untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut.

“Korban akhirnya berhasil ditemukan pada posisi kurang lebih delapan ratus meter dari lokasi kejadian awal pada pukul tujuh lewat lima belas menit malam,” pungkas Cakra Negara menutup keterangan terkait keberhasilan evakuasi korban Pantai Kelingking Nusa Penida.

Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat agar selalu waspada saat beraktivitas di sekitar tebing pantai yang ekstrem. Cuaca buruk dan ombak besar di pesisir selatan Bali memang seringkali datang secara tiba-tiba tanpa ada peringatan dini. Pemerintah daerah berharap kolaborasi lintas instansi ini tetap terjaga demi menjamin keselamatan warga maupun wisatawan di masa mendatang. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI