Friday, June 5, 2026
Friday, June 5, 2026

Ternak Terindikasi PMK, Begini Cara Penanganan Awal Versi Kadistan Jembrana

JEMBRANA, MediaBaliNews – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjadi perhatian serius masyarakat khususnya para peternak sapi yang ada di Jembrana. Sapi yang terindikasi dengan gejala yang mengarah ke PMK dapat ditangani dengan berbagai cara, seperti pemberian vitamin, obat tradisional serta menjaga kebersihan kandang ternak.

Beberapa cara tersebut dapat dilakukan masyarakat yang memiliki ternak mengarah ke penyakit PMK. Pemberian vitamin juga sangat penting dilakukan guna menjaga stamina ternak. Selain itu, pemberian ramuan tradisional juga dapat dilakukan, dan kebersihan kandang tak kalah pentingnya selalu diperhatikan serta melakukan penyemprotan cairan desinfektan secara berkala.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Sutama saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (01/08/2022). Pihaknya juga mengatakan, ternak sapi yang mengarah ke PMK tidak dilakukan vaksinasi lagi melainkan dengan melakukan perawatan. “Kalau sudah mengarah PMK tidak boleh divaksin,” jelasnya.

Sutama juga mengatakan, tindakan awal yang dilakukan adalah dengan perawatan awal, artinya sapi yang indikasi PMK dijauhkan dengan sapi lainnya (isolasi). “Kita isolasi dulu sapi yang suspek PMK, lakukan pembersihan areal kandang serta penyemprotan desinfektan. Pemberian vitamun atau jamu tradisional juga dapat dilakukan untuk stamina, dan segera melapor,” paparnya.

Sutama menambahkan, yang terpenting dilakukan adalah dengan memisahkan ternak (isolasi). “Karena penyakit ini gampang tertular, jika ada ditemukan seperti itu segera isolasi dulu, dan hubungi Dokter Hewan agar segera mendapatkan perawatan. Pemberian vitamin itu juga dilakukan untuk menjaga imun, serta pemberian makanan yang gampang dikunyah,” imbuhnya.

Disinggung mengenai kasus positif PMK di Kabupaten Jembrana, Sutama mengatakan masih belum dilaporkan positif. “Masih belum positif PMK, hanya suspek saja kemarin dari data ada 34 ekor sapi, dengan rincian 32 dilakukan pemotongan bersyarat, satu mati dan satu ekornya lagi dipotong paksa. Selain itu, ada sejumlah ekor lagi yang dicurigasi mengarah ke PMK di beberapa wilayah, namun masih melakukan pendataan,” tutupnya. (jar/war/mbn)

Baca Juga :  TMMD ke 118 , Dandim Jembrana Ingatkan Prajurit Jaga Silaturahmi dengan Masyarakat
BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI