JEMBRANA, MediaBaliNews – Sejumlah pedagang yang berjualan di tempat Relokasi Pasar Umum Negara di Parkiran Pemkab Jembrana, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, memilih pindah ke Pasar Ijo Gading lantaran sepi pembeli.
Menurut pantauan, sekitar kurang lebih sebanyak 18 kios pedagang memilih pindah bejualan ke Pasar Ijo Gading. Karena hal itu, sejumlah kios di tempat relokasi terlihat tertutup, dan beberapa diantaranya sudah dalam keadaan kosong.
Dari sekitar 18 kios teraebut, ada beberapa diantaranya hanya ditinggalkan sementara, lantaran pedagang yang menempatinya pindah sementara ke Pasar Ijo Gading, dan beberapa diantaranya ditinggalkan pedagang pindah berjualan ke rumahnya.
Diketahui sebelumnya, sebanyak 312 kios dan 136 los sudah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana untuk menampung para pedagang pasar berjualan di tempat relokasi.
Menurut Wayan Muliada salah satu pedagang di tempat relokasi mengatakan, beberapa pedagang memilih pindah lantaran omset dari penjualan berkurang.
“Saya sempat protes kepada petugas pasar, semakin hari semakin sedikit pedagang disini, semua pengen pindah, ” ungkapnya saat ditemui di tempat relokasi pasar, Minggu (17/12/2023).
Menurutnya, seandainya kalau semua pedagang dipindah kesini pasti ramai pembeli karena semua pedagang berkumpul. Dirinya juga mengungkapkan bahwa ada beberapa kios yang ditinggalkan para pedangan.
“Banyak banget, coba liat di belakang dan dipojok-pojok di depan ga ada siapa, ” terangnya.
Dirinya juga mengaku sempet diajak pindah berjualan oleh sesama pedagang di tempat relokasi, namun ia enggan menerima ajakan tersebut.
“Gini, buk wayan ayo pindah jualan, daripada disini jualan ga ada yang belanja. Kalau berjualan di ijo gading juga jam 10 sudah tutup, ” bebernya.
Sementara, Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Jembrana, I Komang Agus Adinata mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan pendataan terhadap pedagang yang telah pindah berjualan.
“Masih kita data memang, karena mereka belum mengembalikan secara resmi kalau dia sudah tidak memakai kios tersebut, ” tegasnya.
Dirinya juga mengaku belum tau pasti terkait pedangang yang pindah itu memang benar-benar pindah, mengingat ada beberapa pedangan yang memang bulak balik berjualan di pasar Ijo Gading dan tempat relokasi pasar.
Saat disinggung mengenai adanya beberapa kios yang dalam keadaan kosong tanpa ada barang dagangan, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap hal tersebut.
“Iya, nanti kita evaluasi, dan yang terpenting kita upayakan yang terbaik untuk masyrakat, ” pungkasnya. (gsn/mbn)


























