JEMBRANA, MediaBaliNews – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana membantah terkait beredarnya video di jejaring media sosial mengenai seorang anak yang tinggal bersama kakeknya seolah tanpa perhatian pemerintah.
Menurut informasi, ada total sebanyak empat video yang disebarkan melalui media sosial, diantarnya video yang menampilkan anak yang dipanggil Mang dalam video mengunakan seragam sekolah sembari makan nasi saja dengan mangkok.
Kemudian, dalam video anak tersebut sedang berada depan tungku, anak sedang memberikan makan ternak babi dan anak yang merebahkan kepalanya pada pangkuan kakeknya yang sambil menangis sembari mengungkapkan keprihatinannya.
Beredarnya video tersebut, Bupati Jembrana, I Nengah Tamba memerintahkan jajarannya, mulai dari Kepala Dinas Sosial Jembrana, I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata, Camat Negara, I Wayan Andy Suka Anjasmara dan Lurah Baler Bale Agung, Ida Bagus Gede Ananda Kusuma, guru pengajar di sekolah, serta kepala lingkungan dan pendamping sosial. Tujuannya, untuk memastikan kebenaran yang disampaikan dalam video yang beredar di media sosial.
Atas viralnya video tersebut, ternyata, hasil penelusuran dari Pemkab Jembrana, kenyataan tidak semua yang disampaikan dalam video benar. Bahkan terungkap video juga diduga rekayasa.
Dari penelusuran yang dilakukan, terungkap sejumlah fakta yang berbeda dengan yang disampaikan dalam video yang beredar. Saat turun ke rumah anak tersebut, anak bernama I Komang Nara Wibawa Putra berusia 9 tahun yang saat ini masih kelas 3.
“Anak ini memang tinggal bersama kakeknya dan neneknya,” ungkap Kepala Dinas Sosial Jembrana, I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata, Minggu (3/3).
Diketahui juga bahwa anak tersebut tinggal bersama kakek dan neneknya di Kelurahan Baler Bale Agung, karena ayahnya sudah meninggal sejak anaknya berusia 1,5 tahun. Sedangkan ibunya sudah menikah lagi. Sehingga selain sekolah, anak ini sering membantu kakek neneknya. Kakeknya yang disebut buta, ternyata tidak buta. Hanya rabun karena sudah usia dan tidak bisa baca tulis.
Akan tetapi, untuk kondisi sosialnya sudah masuk data DTKS dan rutin mendapat bansos juga KIP. Sehingga tidak benar bahwa anak ini tidak mendapat perhatian dari pemerintah, justru sebaliknya pemerintah sudah memberikan bantuan secara berlapis terhadap anak dan kakek neneknya.
Tercatat juga mendapat bantuan Bantuan YAPI Kemensos sejak tahun 2023. Bahkan kakek neneknya selain bantuan dari pemerintah, sudah banyak mendapat bantuan sosial dari non pemerintah.
Selain itu, kondisi rumah kakek neneknya, bukan semi pemanen atau anyaman bambu. Namun, rumahnya sudah permanen dengan batu bata, hanya saja memang kondisinya masih belum layak karena masih belum ada pelapis dinding, terutama kamar tidur, kamar mandi dan dapurnya. Ternak babi kakeknya, berada di belakang rumah. Di kandang babi ada 10 ekor babi ternak kakeknya.
Karena itu, dari hasil penulusuran dan verifikasi langsung, dari segi sosial dan pendidikannya, pemerintah sudah lengkap melakukan intervensi. Mengenai rumah memang perlu diusulkan rehab fisik rumah agar lebih layak. Anak yang menurut gurunya malas dan kurang motivasi belajar, perlu pendampingan anak untuk memotivasi semangat belajar si anak.
Bahkan dari penelurusan terungkap, pembuatan video diduga memang sengaja direkayasa oleh perekam. Menurut penurunan kakek dari anak yang dipanggil Nara, bahwa video memang dibuat pamannya yang tinggal di Karangasem pada saat pulang ke Jembrana Hari Raya Galungan beberapa waktu lalu. Video sengaja disetting dengan mendramatisir cerita untuk menarik simpati dan empati yang menonton.
“Tidak benar yang ada di video itu,” pungkasnya. (gsn/mbn)


























