Saturday, April 18, 2026
spot_img
Saturday, April 18, 2026

Sebanyak 16 Ekor Penyu Dilepasliarkan, Bupati Tamba Apresiasi Kepolisian Polres Jembrana

JEMBRANA, MediaBaliNews – Sebanyak 16 dari 18 ekor penyu jenis penyu hijau yang berhasil diamankan kepolisian Polres Jembrana akhirnya dilepasliarkan di Pantai Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, Senin (1/4).

Setelah menjalani proses observasi, 16 dari 18 ekor penyu yang dinilai sudah siap untuk dikembalikan ke habitatnya dan dilepasliarkan secara langsung oleh Bupati Jembrana, I Nengah Tamba bersama Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto, Dandim Jembrana, Letkol Inf Mohamad Aldiansyah, perwakilan Kejari Jembrana, BKSDA Bali serta pemerhati satwa lainnya di Konservasi Penyu Kurma Asih Desa Perancak.

Dalam pelepasliarkan belasan belasan ekor penyu tersebut, Bupati Tamba memberikan apresiasi kepada jajaran Polres Jembrana yang telah beberapa kali berhasil menggagalkan upaya penyelundungan satwa dilindungi khususnya penyu hijau di wilayah kabupaten Jembrana.

“Terima kasih kepada jajaran Polres Jembrana yang telah bisa mengamankan upaya-upaya penyelendupan penyu hijau yang telah berusia puluhan tahun ini,” ungkapnya.

Dengan terungkapnya kasus tersebut, pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta melestarikan satwa dilindungi serta untuk tidak takut melaporkan kepada pihak yang berwajib apabila menemukan upaya penyelendupan satwa dilindungi.

“Mari bersama-sama kita jaga satwa agar tidak sampai punah, dan apabila melihat maupun mengetahui adanya penyelundupan ataupun perdagangan satwa dilindungi agar segera dilaporkan ke pihak kepolisian,” ujarnya.

Sementara, Koordinator Kelompok Pelestari Penyu (KPP) Kurma Asih, I Wayan Anom Astika Jaya menyebutkan, seringnya kasus penyelundupan penyu diduga disebabkan oleh permintaan penyu yang tinggi dari para oknum.

Sehingga, pihaknya meminta kepada semua pihak terutama aparat penegak hukum agar menjadikan penyelundupan satwa dilindungi sebagai atensi penting untuk mencegah rusaknya keberlangsungan ekosistem laut.

“Kami minta kepada semua pihak agar ini jadi atensi. Apalagi kejadian seperti ini terus terulang,” tegasnya.

Baca Juga :  TNI-Polri Kawal Ketat Distribusi Logistik Pilkada 2024 di Jembrana

Pihak mengku, dirinya bersama kawan-kawan lain yang menjadi pelestari sudah melepasliarkan sekitar setengah juta ekor penyu di pesisir pantai sejak Kurma Asih Berdiri pada tagun 1997 dan estimasi melepasliarkan tukik sekitar 37 ribu ekor per tahunnya.

Menurutnya, sebagai pelestari sifatnya hanya bisa melakukan atau memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga satwa penyu ini secara bersama-sama agar tidak punah.

“Karena satwa penyu ini memiliki peranan penting dalam ekosistem laut untuk menjaga keseimbangannya,” terangnya.

Menurutnya, saat ini perburuan yakni penangkapan yang kemudian dilakukan dengan penyelundupan penyu sangat masif terjadi yang diduga disebabkan oleh permintaan, terutama untuk konsumsi yang masih tinggi dari para oknum pemesan.

“Sederhananya pasti begitu. Jika tidak ada permintaan tidak mungkin dikirim,” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI