Tuesday, April 21, 2026
Tuesday, April 21, 2026

Akses Putus, Warga Bangun Jembatan Darurat mudahkan Mobilitas Siswa

JEMBRANA, MediaBaliNews – Putusnya akses warga di Jembatan Merah yang berlokasi di Banjar Palungan Batu, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana menyukitkan warga dalam mobilitas. Untuk memudahkan warga beraktifitas, baik itu mengantar siswa bersekolah, warga setempat membangun jembatan darurat.

Dari informasi yang diperoleh, jembatan darurat tersebut dibangun di sebelah selatan jembatan merah dengan menggunakan bahan seadanya. Dibangunnya jembatan untuk memudahkan Anak-anak warga Banjar Palunganbatu yang tinggal di sebelah barat jembatan berjumlah 18 KK untuk bersekolah SDN2 Batuagung yang terletak di perbatasan Banjar Palunganbatu dan Banjar Sawe yang berjarak kurang lebih 2 kilometer.

Kelian Banjar Palunganbatu, I Made Pernama saat di konfirmasi, Senin (24/10/2022) mengatakan, dibangunnya jembatan darurat tersebut guna memudahkan para siswa untuk bersekolah. “Karena jika mereka melalui Lingkungan Munduk Waru mereka harus memutar dan melintasi perkotaan dan jaraknya kurang lebih 12 kilometer dari rumahnya. Jarak yang cukup sihingga kami beserta warga tempek, STT dan staf desa serta dibantu Babinsa meaksanakan gotong royong membuat jembatan darurat,” jelasnya.

Pernama juga menjelaskan, jembatan darurat yang dibuat warga menggunakan bahan kayu tersebut selesai pada Minggu (23/10/2022). “Kami mengutamakan dulu anak-anak agar bisa bersekolah, dikarenakan akses jembatan satu-satunya penghubung warga kami yang ada di barat jembatan terisolir tidak bisa ke sekolah. Selain itu terputusnya jembatan Sungai Gelar menghambat dibidang pakraman keagamaan,” ujarnya.

Pernama juga berharap, jembatan akses warga tersebut agar segera ditangulangi karena akses warga yang disebelah barat jembatan terisolir dan mobilitas warga sangat susah. “Selain anak-anak tidak bisa bersekolah, warga juga terganggu dibidang pekraman keagamaan yang akan mereka ikuti. Kalau dibidang ekonomi tidak masalah, pasalnya jalan ke barat juga bisa menghubungkan ke perkotaan lewat Lingkungan Munduk Waru namun memang jaraknya lumayan jauh,” tandasnya.

Baca Juga :  Rutan Negara Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat, Wujudkan Pelayanan Tanpa Diskriminasi

Sementara Perebekel Desa Batuagung I Nyoman udarma beberapa waktu lalu menjelaskan, bahwa pihaknya sudah bersurat kedinas terkait putusnya jembatan Obyek Wisata Sungai Gelar. Selain itu dirinya juga mengaku sudah melaporkan adanya jalan umum di sebelah DAM Jro Pengentuh longsor, sebagian badan jalan hilang tergerus banjir bandang. “Kita hanya menunggu penanggulangan dari pihak dinas mengingat jalan tersebut merupakan jalan kabupaten. Selain itu di Kabupaten Jembrana banyak terjadi bencana, saya harapkan warga bersabar,” pungkasnya. (jar/war/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI