Saturday, April 18, 2026
spot_img
Saturday, April 18, 2026

Jalur Pipa PDAM Rusak, Warga Banjar Kedisan Kesulitan Air Bersih

JEMBRANA, MediaBaliNews – Setelah diterjang banjir bandang yang terjadi di Jembrana pada 17 Oktober 2022 lalu, jalur pipa PDAM rusak, sehingga mempengaruhi kebutuhan air bersih salah satunya di Banjar Kedisan, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.

Akibat kondisi tersebut, PMI Kabupaten Jembrana melaksanakan pendistribusian air bersih secara mobile ke beberapa Desa terdampak se-Jembrana. Dari pantauan dilokasi, warga terlihat berbondong-bondong membawa penampungan air seadanya seperti ember dan panci untuk menampung air yang didistribusikan petugas.

Salah satu warga setempat, I Made Mawa,57 saat ditemudi lokasi pendistribusian, Rabu (26/10/2022) mengatakan, krisis air di Banjar Kedisan sudah terjadi mulai tanggal 17 Oktober lalu. “Setelah banjir bandang, air sudah tidak ada, warga sempat kebingungan mencari air untuk masak dan minum. Sehingga warga disini memanfaatkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Dengan adanya pendistribusian air bersih ini, lanjut Mawa, warga merasa sangat terbantu dan mengharapkan dilakukan minimal setiap dua hari sekali. “Kalau bisa dua hari sekali kami harapkan ada kiriman air bersih sebelum perbaikan saluran air selesai diperbaiki. Kami juga berterimakasi kepada pemerintah atas bantuan air bersih ini, lantaran air menjadi kebutuhan pokok masyarakat,” ujarnya.

Ditemui terpisah, Kelian Banjar Kedisan, I Made Lila Arsana menyebutkan, warga yang mengalami krisis air bersih di Banjar Kedisan ada sebanyak 165 kk. “Kami disini hanya bisa meminta saja dari pemerintah, adanya bantuan air bersih ini kami sangat merasa terbantu, terlebih warga sudah kehabisan stok air hujan untuk kebutuhan sehari-hari, dan air ini memang menjadi kebutuhan yang sangat mendesak di banjar kami,” terangnya.

Air bersih yang didistribusikam oleh PMI Jembrana ini, lanjut Arsana, akan digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti memasak dan minum. “Kalau untuk mandi, warga disini sudah terbiasa mandi di sungai, sehingga air bersih ini hanya digunakan untuk keperluan di dapur saja. Selama banjir, warga mandi dinsungai, dan warga belum ada mengeluhkan gatal atau penyakit kulit lainnya, jadi aman-aman saja mandi di sungai,” tandasnya.

Baca Juga :  Akibat Ban Pecah, Pikap Bermuatan Ikan Terguling

Sementara Kordinator Air Bersih PMI Jembrana, Ida Bagus Indra Yoga,30 mengatakan, pendistribusian air bersih untuk warga terdampak bencana banjir bandang sudah dilakukan sejak 19 Oktober lalu, dan di Banjar Kedisan sendiri pihaknya sudah mendistribusikan air bersih sebanyak dua kali. “Karena jarak pendistribusian cukup jauh, dan armada terbatas, kami hanya dapat mendistribusikan air bersih dua kali dalam sehari,” jelasnya.

Yoga juga menjelaskan, pendistribusian air bersih dilakukan sesuai permintaan dari warga yang terdampak. “Jadi jika ada laporan masuk mengenai permintaan air bersih baru kita layani. Untuk sekali jalan mobil penampungan hanya mampu membawa sebanyak 5.000 liter air yang diambil langsung dari PDAM Kabupaten Jemgrana, sehingga warga berebut mendapatkan air bersih ini,” pungkasnya. (jar/war/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI