JEMBRANA, MediaBaliNews – Sebagai salah satu daerah penghasil ikan terbesar di Bali, Kabupaten Jembrana memiliki berbagai jenis olahan makanan berbahan dasar ikan. Di antaranya olahan ikan yang terkenal yakni Bedetan Perancak.
Bedetan sendiri merupakan olahan ikan yang dikeringkan. Banyak juga masyarakat menyebutnya dengan pedetan. Bedetan menjadi salah satu oleh-oleh khas Jembrana.
“Bedetan ini merupakan oleh-oleh khas jembrana dan hanya ada di Kabupaten Jembrana saja, ” ungkap Ketua KWT Bedetan Perancak, Ni Wayan Muliarni, Sabtu (26/8).
Ia menjelaskan bahwa proses pembuatan ikan Bedetan ini memakan waktu selama 3 hari, jika proses penjemuran dilakukan secara manual.
Adapun jenis ikan yang digunakan yakni jenis ikan lemuru. Tahap awal pembuatan bedetan diawali dengan memotong kepala ikan, kemudian memberishkan isi perut dan sisiknya. Setelah itu dipilet kemudian dicuci dengan bersih.
Lanjut setelah bersih, lantas direndam cuka dapur secukupnya selama semalam. Lalu, keesokan harinya kembali dibersihkan dan diberikan bumbu rempah dan tahap akhir yakni di jemur.
“Dijemur sampai kering, kalau secara manual membutuhkan waktu selama tiga hari, namun jika menggunakan Solar Dry Dum hanya membutuhkan satu setengah hari saja, ” jelasnya.
Pihaknya menuturkan saat ini olahan Bedetan Perancak bisa dibeli melalui aplikasi jual beli online dengan nama toko Bedetan Prancak.
“Pertama ada produk mentah dan siap saji. Yang siap saji ada varian rasa balado, original, extra pedas, jagung bakar dan barberque, ” ungkapnya.
Bahkan Bedetan Prancak ini tidak hanya dijual di pasar dan swalayan seputaran Kabupaten Jembrana saja, namun sudah dijual dibeberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta. (gsn/mbn)






















