JEMBRANA, MediaBaliNews – Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP), memastikan jembatan putus akibat banjir pada beberapa waktu lalu bakal dilakukan perbaikan tahun ini.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kadis PUPRPP Jembrana I Wayan Sudiarta saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (8/2).
“Untuk penanganan jembatan yang ada di Yehembang Kauh itu dilakukan tahun ini,” ucapnya.
Mengingat kejadiannya terjadi pada tahun 2022, kata dia, tidak mungkin melaksanakan karena belum dianggarkan untuk perencanaan.
“Perencanaannya kita belum, setelah selesai perencanaannya baru nyambung ketahapan fisiknya, jadi ini terus menyambung sesuai tahapan,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihaknya mengatakan jembatan dengan bentang 40 meter itu di anggarkan sebesar Rp. 5 Miliar Rupiah.
“Biasanya kita perubahan prencanaan induk di APBD perubahan tahun 2022 nanti di kerjakan pada perubahan induk tahun 2023. Dan saat ini baru selesai evaluasi. Jembatan dengan bentang 40 meter kita anggarkan sebesar Rp. 5 Miliar Rupiah,” jelasnya.
Disisi lain, salah satu warga asal Banjar Munduk Paras Ni Wayan Dian Ningsih (44) mengatakan, dengan kondisi jembatan seperti ini, semua aktivitas menjadi terhambat.
“Contohnya saya mempunyai anak yang bersekolah di SMP N 3 Mendoyo dan anak saya yang TK juga disana di daerah Banjar Wali. Untuk bersekolah saya harus memutar ke Yehmbang mengantar anak saya bersekolah,” ungkapnya.
Ia juga menuturkan tidak sendikit warga yang memilih untuk turun menyebrangi sungai karena enggan untuk mengambil jalan memutar. Sementara, dirinya lebih memilih jalan memutar dari pada harus menyebrangi sungai karena merasa takut.
“Saya peribadi ingin secepatnya jembatan ini diperbaiki karena ini akses antar banjar di Desa Yehmbang Kauh. Dimana biasanya beli bensin (Bahan Makar Minyak) bisa digunakan selama tiga sampai empat hari, untuk saat ini dua hari saja sudah habis bahkan kalau motor yang boros sehari bisa habis bensinnya,” harapnya.
Hal senada juga disampaikan Prebekel Yehembang Kauh Komang Darmawan, dimana pihaknya berharap agar proses perbaikan jembatan bisa secepatnya.
“Jembatan ini menghubungkan banyak banjar seperti banjar sekar kejula , banjar sekar kejula klod dan banjar kedisan. Harapan saya itu semoga jembatan ini cepat diselesaikan,” tandasnya. (gsn/mbn)


























