Wednesday, April 22, 2026
Wednesday, April 22, 2026

Belajar dari Lumbung Pangan Bali, Halmahera Timur Teken Kerja Sama Pangan dengan Tabanan

TABANAN, MediaBaliNews – Komitmen menjaga pasokan pangan kini merajut dua kabupaten lintas pulau. Pemerintah Kabupaten Tabanan dan Halmahera Timur (Haltim) secara resmi memulai kemitraan strategis di sektor krusial ini. Kedua belah pihak menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) antara Perusda Dharma Santika Tabanan dan Perusda Halmahera Timur. Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya, secara langsung menyaksikan kesepakatan penting tersebut di Tabanan, Rabu, 16 Juli 2025.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati Halmahera Timur yang telah memercayakan Perusda kami,” ucap Komang Gede Sanjaya.

Sanjaya menegaskan, julukan Tabanan sebagai lumbung pangan Bali bukan isapan jempol belaka. Perusda Dharma Santika telah membuktikan diri sebagai distributor andal. Mereka menyalurkan beragam hasil pertanian dan peternakan, mulai dari telur ayam, daging ayam, hingga aneka komoditas pangan lainnya. Pengalaman panjang ini menjadi fondasi kuat bagi kolaborasi antarwilayah.

Perusda Tabanan sudah punya jejak rekam teruji dalam kerja sama dengan berbagai daerah di Nusantara. Mereka aktif menggandeng kota-kota besar seperti DKI Jakarta, Malang, dan Lombok. Seluruh kabupaten di Bali pun telah merasakan manfaat kemitraan ini. Bahkan, jaringan distribusi mereka sudah menyentuh hotel-hotel besar di Pulau Dewata.

“Kerja sama ini tidak terbatas waktu. Semoga di masa mendatang, Halmahera Timur juga bisa membawa produknya untuk dijual di Bali,” jelas Sanjaya, menggambarkan sinergi antar-pulau.

Sanjaya menambahkan, penandatanganan MoU ini hanyalah langkah awal. Setelah ini, kedua Perusda akan merumuskan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih detail. Proses tersebut akan melibatkan riset mendalam. Mereka akan mengidentifikasi jenis-jenis komoditas pangan yang paling potensial untuk dikembangkan bersama.

Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, mengakui tujuan utama kunjungan mereka ke Tabanan. Mereka datang untuk menimba ilmu dari pengalaman Perusda Tabanan, terutama dalam sektor pangan. Ubaid Yakub menyoroti pentingnya kerja sama ini mengingat sebagian besar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Haltim berasal dari sektor pertambangan.

“Kami belum mampu mandiri menyuplai kebutuhan pangan karyawan kami sendiri. Dukungan dari pihak lain lewat kerja sama ini sangat kami butuhkan,” kata Ubaid Yakub.

Yakub memaparkan, ketahanan pangan menjadi prioritas bagi Halmahera Timur. Mereka membutuhkan pasokan dari daerah lain dan ingin belajar dari BUMD yang sudah mapan. Menurutnya, kerja sama ini harus benar-benar konkret. Prinsip utamanya adalah menjamin suplai kebutuhan pangan di Halmahera Timur. Saat ini, untuk beras saja, Haltim hanya mampu memenuhi kebutuhan industri nikel yang mempekerjakan banyak tenaga kerja. Luas lahan pertanian mereka hanya sekitar 5.000 hektare, dengan produksi beras sekitar 200 ribu ton.

Baca Juga :  Pemerintah Kabupaten Tabanan Mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan & Kuningan Tahun 2024

Direktur Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS) Kabupaten Tabanan, Kompyang Pasek Weda, memaparkan keunggulan potensi Tabanan. Ia menegaskan, daerahnya memiliki segalanya. Baik dari sisi pertanian, peternakan (daging sapi dan babi), bahkan perkebunan pun berkembang pesat. Kebutuhan pangan mulai dari beras hingga sayur-mayur, tersedia melimpah.

“Tabanan punya potensi besar, dari pertanian, peternakan, sampai perkebunan pun ada,” ujar Kompyang Pasek Weda.

Pasek Weda menjelaskan, kolaborasi ini akan secara langsung mendukung ketahanan pangan di Halmahera Timur. Di sana, komoditas pangan masih terbatas, didominasi kebun kelapa. Kondisi ini membuka peluang besar bagi pengembangan bisnis dan diversifikasi produk. Mengingat Halmahera Timur adalah pusat industri pertambangan, kebutuhan pangan mereka sangat tinggi, sehingga kerja sama ini menjadi sangat relevan.

PDDS sendiri telah membuktikan kapasitasnya dalam distribusi pangan. Mereka telah memasok kebutuhan hotel-hotel besar dan memenuhi berbagai kebutuhan lainnya dengan kualitas teruji. Produk-produk mereka bahkan telah memiliki brand yang kuat di pasaran. Tantangan mendatang mungkin ada pada optimalisasi pola pengiriman dan finalisasi kesepakatan harga dalam PKS.

“Kebutuhan pangan hingga sayur-mayur di Tabanan melimpah. Jadi, kerja sama ini akan sangat mendukung ketahanan pangan di sana,” tambahnya.

Nota Kesepahaman yang ditandatangani bersifat fleksibel, namun kedua belah pihak berharap kemitraan ini dapat berlangsung selamanya. Di Tabanan, luas lahan sawah mencapai sekitar 19 ribu hektare. Setiap hektare menghasilkan 7 hingga 8 ton padi. Akumulasi total panen bisa mencapai 260 ribu ton per musim. Dengan jumlah penduduk 440 ribu jiwa yang membutuhkan kurang lebih 200 ton beras, Tabanan masih mengalami surplus signifikan.

Tabanan bahkan punya kapasitas untuk mengirimkan produk berasnya ke luar daerah. Produk unggulan mereka meliputi beras Sierang, Sigeulis, dan Impari 32. Beras yang dihasilkan di Tabanan dikenal segar, tanpa pemutih maupun pengawet. Hal ini menjamin kualitas terbaik bagi konsumen di Halmahera Timur. Kemitraan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kemajuan ekonomi dan ketahanan pangan kedua wilayah. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI