JEMBRANA, MediaBaliNews – Omset pedagang yang berjualan di areal Parkir Pemkab Jembrana, sebagai tempat relokasi alami penurunan omset. Bahkan banyak dari pedagang mengungkapkan, penurunan omset lebih dari 50 persen.
Hal tersebut terjadi karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tempat relokasi dan kebanyakan dari pembeli merupakan langganan dari para pedagang.
Seperti yang disampaikan, Wayan Muliada salah satu pedagang bumbu dapur dan sembako mengaku mengalami penurunan pendapatan dibandingkan dengan saat masih berjualan di Pasar Umum Negara.
“Iya, adalah yang berbelanja kesini. Pendapatan di tenpat relokasi relatif naik turun. Jika dibandingkan saat masih di pasar umum negara cukup jauh, disana sehari dapat berjualan sampai Rp. 5 Juta, kalau disini kadang-kadang dapetlah sehari sebesar Rp. 1,5 Juta, ” ungkapnya, Rabu (30/8).
Hal senada juga diungkapkan, Ni Putu Suasti pedagang jajanan, dirinya mengatakan bahwa kemungkinan masyrakat masih belum mengetahui lokasi relokasi ini, karenya hanya langganan saja yang datang untuk berbelanja.
“Sesepinya dipasar dapatlah 2 juta, sedangkan disini hanya dapat 1 juta dan itupun yang belanja hanya langganan,” bebernya.
Kemudian, menurut Ketut Karmi yang menjual perlengkapan yadnya mengatakan, pendapatan yang didapat dari berjualan di pasar umum negara dan di tempat relokasi tidak ada perbedaan.
“Biar tidak salah ya, disini saya dapat berjualan dan sama seperti waktu dipasar. Omsetnya sama dengan waktu saat masih jualan di pasar umum negara Rp. 500 rb kalau rame bisa lebih, ” pungkasnya. (gsn/mbn)






















