Wednesday, April 29, 2026
Wednesday, April 29, 2026

BPBD Jembrana Gerak Cepat Lakukan Assessment Dampak Cuaca Ekstrem

JEMBRANA, MediaBaliNews – Pemkab Jembrana telah melakukan assessment terhadap dampak cuaca ekstrem yang terjadi awal pekan lalu. Selain itu juga sedang menyiapkan skema bantuan kepada para korban terdampak. Salah satunya adalah bakal memberikan bantuan bedah rumah bagi korban tanah longsor di Banjar Kedisan, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo. Sebab, ada dua rumah warga yang dinyatakan hilang dampak peristiwa tersebut.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra mengatakan, berbagai peristiwa bencana alam dampak cuaca ekstrem yang terjadi awal pekan lalu sudah dilakukan assessment. Sesuai data, peristiwa yang terjadi diantaranya banjir, pohon tumbang, tanah longsor, rumah tertimpa pohon, hingga rumah yang disambar petir. Dari puluhan peristiwa tersebut, kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta.

Pasca kejadian tesebut, pihaknya juga menerjunkan personel untuk melakukan penanganan. Misalnya pembersihan di rumah warga yang sebelumnya dilanda banjir seperti di Sangkaragung dan Pemedilan, Kecamatan Jembrana. Kemudian juga melakukan pembersihan akses jalan yang tertutup tanah longsor di Yehembang, Kecamatan Mendoyo.

“Untuk korban jiwa tidak ada, tapi korban material cukup banyak. Mengingat beberapa rumah warga juga rusak parah, seperti longsor di Kedisan, Yehembang Kauh,” kata Artana Putra saat dikonfirmasi, Kamis 5 Desember 2024.

Artana menyebutkan, pemerintah telah menyiapkan beberapa skema bantuan sosial. Salah satunya adalah untuk rumah warga yang hilang karena tanah longsor di Banjar Kedisan, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo. Ada dua rumah yang dinyatakan hilang sehingga pemerintah melalui Dinas PUPRPKP Jembrana bakal memberikan bantuan bedah rumah.

“Ada beberapa tahap bantuan. Untuk dua rumah warga yang hilang diusulkan untuk memperoleh bedah rumah. Salah satu rumah sebelumnya adalah bedah rumah, kalau tidak salah dari desa setempat,” jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Kembang Sampaikan Aspirasi Pedagang ke Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Bali, Desak Percepatan Penataan Pasar Umum Negara

Sementara itu, kata dia, untuk korban lain yang menderita kerugian material atau bahkan rumahnya rusak karena bencana alam telah dilakukan kajian dan disusulkan menerima bantuan dari Pemprov Bali atau pemerintah daerah. Seluruh bantuan disesuaikan dengan tingkat kerusakan atau kerugian materialnya.

“Yang terpenting adalah layanan kebutuhan dasar seperti sembako, karpet, matras, tenda serta lainnya sudah kita salurkan kepada korban terdampak bencana alam tersebut,” tandasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI