Friday, December 5, 2025
Friday, December 5, 2025

Bukan Tindak Pidana, Kapolres Tegaskan Kebakaran Pasar Lelateng dari Hubungan Pendek Arus Listrik

JEMBRANA, MediaBaliNews – Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana menegaskan, bahwa penyebab kebakaran pasar adat Lelateng adalah dari hubungan pendek arus listrik dan tidak ada tindak pidana atau unsur kesengajaan.

“Sehingga tidak ada hal-hal atau tindak pidana yang mungkin muncul, apakah itu ada kesengajaan dari orang atau mungkin yang lainnya,” kata AKBP Juliana, usai press release pengungkapan kasus migas, di halaman Mako Polres Jembrana, Minggu (19/2).

Lebih lanjut, perwira menengah dengan melati dua ini mengatakan, terungkap penyebab kebakaran tersebut juga dari hasil olah TKP tim Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Bali yang dilaksanakan pada tanggal 9 Februari lalu.

“Jadi dasar daripada Labfor ini kita jadikan sebagai dasar. Bahwa penyebab kebakaran pasar Lelateng adalah hubungan arus pendek listrik dan di sana ada barang-barang yang mudah terbakar sehingga ini juga menjadi penyebab membesarnya api yang ada di pasar tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, berdasarkan keterangan para saksi yang sudah diintrogasi sebelumnya, kemudian disinkronkan dengan hasil Bidlabfor, bahwa melihat titik awal api itu ada pada kios blok A5. “Jadi di sana awalnya, sesuai dengan keterangan saksi dan juga disinkronkan dengan hasil laboratorium forensik, di sana dinyatakan ada benda-benda yang memang mudah terbakar yang ada di kios tersebut, sehingga itu yang juga jadi memicu,” jelasnya.

Jadi dari situ, kata dia, sudah di ambil beberapa barang bukti oleh Labfor dan juga adanya bekas-bekas percikan api tersebut muncul dari isolasi isolasi pada kabel listrik yang ada di kios tersebut.

“Kesimpulan lapor bahwa timbulnya api pertama, tersulutnya barang-barang yang mudah terbakar dari percikan bunga api hubungan singkat listrik,” imbuhnya.

Baca Juga :  Tarian Mekepung Meriahkan Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke -78 di Jembrana

Saat ini, police line yang terpasang sudah dilepas kembali. Pihaknya berharap peristiwa tersebut menjadi pembelajaran bagi semua, terutama bagian kelistrikan yang ada di pasar. Hal tersebut tentu harus ada pengecekan secara rutin, mengingat setiap waktu pasti ada perubahan baik dari rangkaian atau instalasi listrik maupun daya listrik yang ada.

Kemudian bagaimana proses memperbaiki merawat daripada kabel yang mungkin sudah putus dan lain sebagainya. “Karena mungkin daya yang digunakan atau mungkin barang yang digunakan yang menggunakan listrik tentu setiap waktu pasti akan bertambah. Sehingga kekuatan daripada kabel perlu harus diantisipasi oleh pemilik,” pungkasnya. (cak/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI