JEMBRANA, MediaBaliNews – Diduga depresi, seorang lansia asal Banjar Dauh Pangkung Jangu, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Jembrana nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Senin (22/7).
Peristiwa gantung diri yang dilakukan oleh korban Ni Sayu Kadek Murni (74) pertama kali diketahui oleh cucunya yang bernama Ni Putu Eka Juni Evi (17) sekitar pukul 16.00 Wita.
“Diduga korban terlebih dahulu naik ke atas dipan, selanjutnya mengikat tali untuk gantung diri dikusen jendela, ” ungkap Kapolsek Mendoyo, Kompol I Dewa Gede Artana, Selasa (23/7/2024).
Saat itu, Eka pulang dari sekolah kaget mendapati neneknya sudah dalam kondisi gantung diri disebuah kusen jendela rumahnya. Mendapati hal tersebut, Eka lantas memberitahukan hal tersebut ke Ibunya Ni Made Witariani (36).
“Made Witariani mendapati bahwa korban benar dalam keadaan tergantung. Sempat dicek denyut nadinya namun tidak ada denyutan, ” bebernya.
Kemudian, Made Witariani lantas memanggil iparnya yang bernama I Ketit Ade Putra untuk membantu menurunkan tubuh korban.
“Dari pihak keluarga tidak sempat memeriksakan jenazah korban ke puskesmas I Mendoyo, ” jelasnya.
Dari keterangan pihak keluarga korban, kata Kapolsek Kompol Gede Artana, bahwa korban sebelumnya sudah pernah melakukan percobaan bunuh diri sebanyak 3 kali.
“Korban depresi karena mengalami penyakit jantung, paru komplikasi selama dari 3 tahun yang lalu, ” pungkasnya. (gsn/mbn)






















