Wednesday, April 22, 2026
Wednesday, April 22, 2026

Festival Swasthi Bhuwana Dibuka Dengan Tari Tebuk Lesung

TABANAN, MediaBaliNews – Festival Swasthi Bhuwana akhirnya dibuka, pada Sabtu 6 Juli 2024 hingga Juli 2024. Dengan tarian tebuk lesung menandai dibukanya festival tersebut.

Festival menonjolkan potensi budaya, tradisi dan kuliner tradisional khas Tabanan, yang turut dihadiri Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya di Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel.

Sanjaya mengatakan, bahwa festival ini menjadi wadah untuk mempromosikan keindahan alam Jatiluwih yang telah diakui UNESCO sebagai “Warisan Budaya Dunia”, serta menghadirkan beragam pertunjukkan budaya serta kesenian khas yang dimiliki Tabanan.
 
Sebagai destinasi wisata dengan nuansa alam pegunungan dan keunikan tata letak sawah yang berundak serta sistem irigasi subak yang berfungsi untuk mengatur sawah secara tradisional, Jatiluwih memiliki nilai yang sangat istimewa di mata dunia.
“Festival ini menjadi ajang nasional yang bisa menggaet wisatawan untuk datang dan diteruskan ke depannya,” ucapnya.

Sanjaya mengaku, Subak Jatiluwih yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh Unesco sejak 6 juli 2012. Jatiluwih memiliki bentangan lahan sawah terasering yang mengalir dari perbukitan hingga lembah.
 
Tema yang diambil dalam festival yang ke-V ini sangatlah berkaitan dengan Visi Kabupaten Tabanan, dalam upayanya menjaga kearifan lokal yang dimiliki daerah.

Baginya, festival ini bukan hanya sekadar ajang hiburan, tetapi juga upaya konkret untuk meningkatkan pariwisata di Tabanan dengan menghadirkan berbagai pertunjukkan budaya dan kesenian khas daerah. Festival ini mengajak pengunjung untuk merasakan langsung kekayaan budaya dan alam Tabanan yang memikat.
 
“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan beserta jajaran memberikan apresaisi, karena dengan adanya festival ini sudah barangtentu juga memperkenalkan budaya-budaya khususnya kearifan lokal yang ada di Jatiluwih,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun, dalam festival ini akan menampilkan pertunjukkan seperti tari Paksi/Jatayu, Tari Panyembrana, Atraksi Budaya Subak, Atraksi Tebuk Lesung, Tari Jayaning Singasana, Tari Janger Lansia Werda Kusamba Ulangun, dan juga puluhan stand UMKM khas olahan kuliner dan pertanian Jatiluwih. Ribuan pengunjung baik domestik dan mancanegara maupun dari berbagai kalangan menjadi target sasaran keberadaan Festival ini. 
 
“Tetap menjadi karakter Jatiluwih yang asli. Sama-sama kita nikmati apa yang menjadi ciri khas dan kearifan lokal daerah ini. Semoga ini terus berlanjut dan lebih baik” katanya.

Baca Juga :  Perayaan Tumpek Uye Kabupaten Jembrana Dipusatkan di Pura Segara Desa Yeh Kuning

Sementara itu, Manager DTW Jatiluwih I Ketut Purna mengatakan, bahwa sebagai salah satu daerah yang terunik dan yang memiliki sawah terluas di provinsi Bali, Tema yang diangkat sangatlah relevan, karena mencerminkan usaha Jatiluwih untuk melestarikan tradisi pertanian yang telah diwarisi dari generasi ke generasi melalui sistem subak.

“Peningkatan kunjungan yang ada di Jatiluwih selama ini tidak terlepas dari dukungan Pemerintah, masyarakat serta event-event yang terus belangsung di Jatiluwih. Dengan adanya festival ini sebagai sarana promosi pariwisata, serta dukungan dari Bupati Tabanan, kami optimis dapat meningkatkan kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara,” bebernya. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI