Sunday, April 19, 2026
spot_img
Sunday, April 19, 2026

Hari Lingkungan Hidup, Produsen Air Murni Kemasan Daur Ulang 3000 Sampah Plastik, Bersih-Bersih Pantai Kedonganan

MANGUPURA, MediaBaliNews – Produsen air minum murni, Cleo, menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir Bali melalui aksi nyata pembersihan sampah.

Perusahaan merangkul ratusan relawan untuk menyisir limbah anorganik di sepanjang Pantai Kedonganan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup. Momentum ini juga menandai peluncuran produk kemasan satu liter yang selaras dengan regulasi terbaru mengenai pembatasan plastik sekali pakai.

“Hari ini bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup kami melakukan aksi bersih pantai bersama tim relawan dan Pemerintah Provinsi Bali,” ujar Direktur Utama PT Sariguna Primatirta Tbk, Melisa Patricia, Sabtu, 10 Januari 2026.

Kegiatan bertajuk #LangkahMurni ini menjadi bentuk dukungan konkret terhadap Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025. Perusahaan kini fokus menyediakan kemasan praktis satu liter demi menggantikan botol berukuran kecil yang sering memenuhi tempat pembuangan. Selain pembersihan pantai, manajemen Cleo juga konsisten menjalankan program penanaman mangrove untuk menjaga ketahanan wilayah pesisir dari abrasi.

“Bali identik dengan keindahan pantai sehingga kita harus konsisten melakukan kegiatan pembersihan demi menjaga citra pariwisata daerah ini,” kata Melisa Patricia saat memantau aksi ratusan relawan.

Sistem pengolahan limbah perusahaan kini telah mencapai level ekonomi sirkular yang terintegrasi melalui kemitraan dengan perusahaan afiliasi. Semua botol dan galon bekas dikumpulkan kembali untuk diolah menjadi bahan baku barang fungsional yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Inovasi teknologi daur ulang ini memungkinkan terciptanya produk baru tanpa harus menguras sumber daya alam secara berlebihan setiap tahunnya.

“Sejak dua belas tahun lalu kami memiliki perusahaan afiliasi bernama PT Soka untuk mendaur ulang semua botol dan galon kami,” tuturnya.

Data terbaru menunjukkan angka penyerapan limbah plastik melalui proses daur ulang melonjak hingga tiga ribu ton pada akhir tahun lalu. Capaian ini mencerminkan kenaikan serapan sebesar empat puluh persen jika kita bandingkan dengan pencapaian pada periode tahun sebelumnya. Transformasi limbah plastik tersebut menghasilkan berbagai produk kreatif mulai dari komponen atap bangunan, sepatu trendi, hingga pakaian berkualitas ekspor.

Baca Juga :  Lakukan Penggeledahan Blok Hunian, Karutan Kelas IIB Negara : Sebagai Tindak Lanjut Aduan Masyarakat

“Tahun ini serapan limbah meningkat empat puluh persen dan kami olah kembali menjadi botol, baju, hingga atap bangunan,” papar Direktur Sales PT Sariguna Primatirta Tbk, Totok Sucartono.

Manajemen Cleo menjamin seluruh jalur distribusi di Bali tidak lagi menyediakan air minum kemasan dengan volume di bawah satu liter. Langkah berani ini bertujuan untuk mengubah perilaku konsumsi masyarakat agar lebih bertanggung jawab terhadap setiap kemasan yang mereka beli. Perusahaan mengharapkan pemerintah melakukan pengawasan ketat terhadap pintu masuk pelabuhan guna mencegah rembesan produk ilegal dari luar wilayah Bali.

“Kami menjamin pabrik kami tidak lagi memproduksi kemasan di bawah satu liter untuk mendukung penuh aturan pemerintah Provinsi Bali,” beber Totok Sucartono.

Pemerintah Provinsi Bali memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pelaku usaha yang proaktif menjalankan kebijakan ramah lingkungan secara konsisten. Inovasi botol satu liter dengan tali pengait ini dinilai sangat cerdas karena menggabungkan unsur fungsionalitas dengan tren gaya hidup masa kini. Aparat gabungan TNI dan Polri juga terus bersinergi menjaga kebersihan pesisir dari kiriman sampah musim barat yang melanda pantai selatan.

“Botol ini membuat kita mau tidak mau harus membawa pulang dan menghabiskan isinya sehingga volume sampah plastik bisa berkurang,” jelas Pengendali Dampak Lingkungan Dinas LHK Bali, Agung Darmawan.

Pemerintah terus mendorong implementasi konsep tanggung jawab produsen agar setiap perusahaan ikut memikirkan nasib kemasan produk mereka setelah terpakai. Skema penukaran botol kosong dengan potongan harga menjadi salah satu solusi untuk menghidupkan ekosistem bank sampah dan sektor UMKM. Sinergi yang kuat antara dunia usaha dan pemerintah menjadi kunci utama dalam mewujudkan Bali yang bersih dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

“Bapak Gubernur sudah berencana membuat tim pengawas terhadap peredaran air minum kemasan terutama untuk produk yang masih berukuran kecil,” pungkasnya. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI