Friday, April 17, 2026
spot_img
Friday, April 17, 2026

Hidupkan Kembali Kenangan, Antida Sound Garden Resmi Beroperasi di Denpasar

DENPASAR, MediaBaliNews – Setelah lebih dari satu dekade vakum, Serambi Art Antida di Denpasar kembali bangkit. Ruang seni legendaris ini kini bernama Antida Sound Garden. Pembukaan ditandai gelaran “The Rebirth of Antida Sound Garden” pada Sabtu malam (19/7) yang meriah. Puluhan penonton dan pelaku seni dari berbagai komunitas antusias menyambut.

“Antida selalu punya ruang bagi yang tak punya tempat. Ia bukan hanya venue, ia tempat orang-orang percaya bahwa seni bisa mengubah hidup,” ujar Anom Darsana, pendiri Antida Sound Garden.

Acara peluncuran tersebut berlangsung di dua area utama, indoor dan outdoor. Kedua area bergantian menjadi panggung pertunjukan musik, tari, dan puisi yang beragam. Sejumlah penampil tampil memukau malam itu.

“Transformasi Antida bukan sekadar upaya merawat kenangan, melainkan menciptakan masa depan bersama komunitas seni yang lebih kuat dan inklusif,” tambah Anom.

Antida Sound Garden kini tampil dengan infrastruktur baru, tetapi mempertahankan esensi ruang ekspresi bebas. Ruang ini telah menjadi tempat tumbuh bagi banyak nama besar skena musik independen. Sebut saja Nosstress, Navicula, Dialog Dini Hari, dan The Hydrant.

“Kami ingin Antida terus menjadi rumah bagi para seniman dan pegiat budaya di Bali,” tukas Anom.

Rangkaian pertunjukan malam itu menyuguhkan nuansa musikal variatif. Mulai dari blues dan puisi kontemporer hingga eksplorasi instrumental dan groove psikedelik. Panggung outdoor dibuka Made Mawut.

“Made Mawut dengan gaya blues membumi berhasil memanaskan suasana,” ujar seorang penonton.

Panggung indoor kemudian menyuguhkan repertoar musikal Sandrina Malakiano. Ia membawakan lagu-lagu dari album terbarunya bertajuk AIR. Setelahnya, Jasmine Okubo membawakan tarian kontemporer bertema tubuh dan transisi.

“Jasmine Okubo berhasil menciptakan pengalaman yang mendalam bagi kami,” kata salah satu pengunjung.

Baca Juga :  Polisi Ungkap Pembunuhan Berencana di Denpasar, Remi Yuliana Tewas Ditusuk Pacar Sendiri, Pelaku Ditangkap di Sragen

Dialog Dini Hari lalu hadir dengan kekuatan liris dan musikalitas khas mereka. Mereka mengajak penonton menyelami nostalgia ruang ini sebagai Serambi Art Antida. Segmen puisi kemudian hadir lewat penampilan Pranita Dewi bersama Yan Sanjaya. Mereka menghadirkan atmosfer sunyi dan reflektif di tengah keramaian.

“Penampilan Pranita Dewi dan Yan Sanjaya begitu menghanyutkan,” cetus penikmat seni lainnya.

Sebagai bagian dari puncak acara, Galiju menghadirkan eksplorasi instrumen. Mereka menggabungkan akar lokal dengan pendekatan modern. Acara ditutup The Munchies yang membangkitkan semangat hingga larut malam.

Dengan pembukaan kembali Antida Sound Garden, Bali kini kembali memiliki rumah kreatif. Ruang ini tidak hanya menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga membangun ekosistem seni berkelanjutan. Antida Sound Garden diharapkan menjadi titik temu seniman lintas disiplin.

“Kami sangat berharap Antida dapat menjadi pusat kolaborasi dan tempat merawat ingatan kolektif,” pungkas Anom. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI